PNS Korban Banjir Bisa Ajukan Cuti Sampai 1 Bulan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 Januari 2020 19:15
PNS Korban Banjir Bisa Ajukan Cuti Sampai 1 Bulan
Ada cuti khusus yang diberikan untuk PNS. Cuti apa itu?

Dream - Banjir melanda Jakarta, Tangerang, dan Bekasi beberapa hari ini. Tanpa memandang status, air hujan yang turun dengan intensitas tak normal ini membuat banyak rumah menjadi korban. 

Beberapa pegawai yang menjadi rumahnya dilanda banjir umumnya mengajukan cuti ke perusahaan. Kesempatan cuti juga berlaku untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Mengutip akun Instagram, @kemenpanrb, Jumat 3 Januari 2020, PNS korban banjir bisa mengambil cuti maksimal 1 bulan. Hal ini berdasarkan Peraturan Kepala BKN No. 24 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti PNS.

Menurut ketentuan tersebut, ASN bisa mengajukan cuti maksimal 1 bulan oleh pejabat yang berwenang. Penentuan cuti bergantung kepada penilaian dan kebijakan masing-masing pimpinan instansi/Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Selama ini, ketentuan cuti di kalangan PNS terbagi atas tujuh jenis yaitu cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting, cuti bersama, dan cuti di luar tanggungan negara.

Khusus untuk banjir, PNS bisa mengajukan cuti karena alasan penting. Cuti ini diberikan jika keluarga sakit keras atau meninggal dunia, mengurus hak-hak anggota keluarga yang meninggal dunia, melangsungkan pernikahan, istri menjalani operasi sesar, serta mengalami musibah kebakaran atau bencana alam.

" Bencana banjir yang menerjang Jakarta dan daerah lainnya turut menimpa sejumlah #RekanASN. Merespon terjadinya bencana alam, termasuk banjir di Jabodetabek, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak banjir diperkenankan mengajukan cuti karena alasan penting. Mekanisme pengajuan cuti telah diatur dalam Peraturan Kepala BKN No. 24/2017 tentang Tata Cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Secara ringkas, informasi tersebut dapat dibaca pada gambar di atas ya!," tulis @kemenpanrb.

 

1 dari 6 halaman

Gratis Biaya Urus Dokumen Kependudukan yang Hilang Akibat Banjir

Dream - Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan, Kementerian Dalam Negeri akan menggratiskan biaya mengurus dokumen yang rusak atau hilang akibat banjir. Kebijakan ini merupakan pelayanan bagi masyarakat yang sedang terkena musibah.

" Berkenaan dengan musibah banjir ini, banyak dokumen kependudukan yang hilang dan rusak," ujar Zudan dikutip dari Merdeka.com, Jumat 3 Januari 2020.

" Sebagaimana langkah Dukcapil setiap ada bencana seperti gempa NTB, tsunami di Banten dan Lampung, serta Sulteng, dan lainnya, kita langsung bergerak aktif mendata dan mengganti dokumen yang hilang rusak tersebut dengan gratis," tambah dia.

 

 © Dream

 

Menurut Zudan, dokumen kependudukan yang biaya kepengurusannya digratiskan adalah kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akta lahir. Nantinya, pengurusan dokumen dari warga yang terkena banjir akan dilakukan secara kolektif.

" Nanti akan berikan pelayanan lagi pascabanjir secara kolektif. Sehingga masyarakat tidak perlu datang satu per satu ke RT/RW masing-masing," kata dia.

Untuk itu, Zudan meminta masyarakat segera mengurus dokumen kependudukan mereka yang rusak atau hilang akibat banjir. " Tolong segera dilakukan mulai hari ini atau setelah banjir surut," kata dia.

2 dari 6 halaman

Keluarga Korban Meninggal Akibat Banjir Dapat Santunan Rp15 Juta

Dream - Menteri Sosial, Juliari Batubara memastikan keluarga korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda di awal tahun 2020 akan mendapat santunan senilai Rp15 juta dari pemerintah.

Masyarakat yang hendak mengajukan pencairan dana bantuan itu diimbau untuk menyiapkan data-data sesuai persyaratan agar lolos verifikasi dari pemerintah daerah. 

" Kalau dinyatakan clear, confirm, ada suratnya, kita kasih, itu prosesnya cepat sekali lah," ujar Juliari dikutip dari Merdeka.com, Jumat, 3 Januari 2020.

Juliari menyatakan Kementerian Sosial (Kemensos) saat ini terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait jumlah data korban.

Hingga pagi tadi, BNBP merilis jumlah korban meninggal dunia mencapai 43 orang. Rata-rata, korban meninggal dunia akibat terseret aliran air dan tanah longsor.

(Sumber: Merdeka.com/ Muhammad Genantan Saputra)

3 dari 6 halaman

Korban Meninggal Banjir Jabodetabek Bertambah Jadi 43 Orang

Dream - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan jumlah korban banjir Jabodetabek terus bertambah.

Berdasarkan data yang diterima BNPB pada Jumat, 3 Januari 2020 pukul 09.00 WIB, tercatat korban meninggal sebanyak 43 jiwa.

" Korban meninggal dunia banjir besar di Jabodetabek adalah 43 jiwa," ujar Agus dalam Keterangan tertulisnya.

Agus menjelaskan penyebab korban meninggal dunia paling banyak disebabkan terseret arus banjir. Jumlahnya mencapai 17 orang.

Penyebab lainnya yaitu tanah longsor 12 orang, hipotermia 3 orang, tersengat listrik 5 orang. Sementara ada 5 korban lain dalam pendataan, 1 hilang.

Berikut jumlah korban meninggal dunia di masing-masing wilayah.

1. Jakarta Pusat: 1 orang
2. Jakarta Barat: 1 orang
3. Jakarta Timur: 7 orang
4. Kota Depok : 3 orang
5. Kota Bekasi: 3 orang
6. Kota Bogor: 1 orang
7. Kota Tangerang: 1 orang
8. Kota Tangerang Selatan: 1 orang
9. Kabupaten Bogor: 16 orang
10. Kabupaten Bekasi: 1 orang
11. Kabupaten Lebak: 8 orang.

4 dari 6 halaman

Banjir di Jabodetabek Telan 21 Korban Jiwa

Dream - Musibah banjir yang melanda beberapa wilayah Jawa Barat dan DKI tidak hanya menimbulkan kerugian material. Tetapi juga memakan korban jiwa.

Dilansir Liputan6.com, banjir di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) menelan korban jiwa sebanyak 21 orang.

Menurut data Kementerian Sosial, seluruh korban meninggal tersebut tersebar di beberapa wilayah Jabodebek.

" Di Jakarta Timur ada 3 orang, Jakarta Pusat 1 orang, Bogor 1 orang, Depok 3 orang, Kabupaten Bogor 11 orang, Kabupaten Bekasi 3 orang. Total korban 21 orang."

Untuk data pengungsi korban banjir, hingga Rabu malam tanggal 1 Januari 2020, jumlahnya mencapai 31.232 jiwa di seluruh wilayah DKI.

Rincian pengungsi korban banjir meliputi Jakarta Pusat sebanyak 310 orang yang ditampung di dua lokasi pengungsian, yaitu Petamburan dan Karet Tengsin.

Sementara di Jakarta Utara terdapat 1.515 orang yang menempati 23 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan di Jakarta Utara yang terdampak banjir ini.

Enam kelurahan tersebut adalah Pegangsaan Dua, Sukapura, Semper Barat, Rorotan, Semper Timur, dan Kelapa Gading Timur.

Untuk kota administrasi Jakarta Barat, jumlah pengungsi korban banjir tahun 2020 ini mencapai 10.686 orang. Mereka tersebar di 97 lokasi pengungsian.

Jumlah kelurahan yang terdampak banjir di Jakarta Barat mencapai 11 kelurahan. Di antaranya Jelambar, Tomang, Wijaya Kusuma, Srengseng, Semanan, Kalideres, Tegal Alur, Pegadungan, Kota Bambu Selatan, Kedoya Utara dan Sukabumi Selatan.

Sementara jumlah pengungsi di Jakarta Timur sebanyak 13.516 orang yang tersebar di 99 lokasi pengungsian. Kelurahan terdampak banjir di antaranya Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cipinang Besar Selatan, Klender, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cawang, Balekembang, Dukuh dan Cipinang Melayu.

Jumlah pengungsi untuk Jakarta Selatan sebanyak 5.305 orang. Mereka berada di 48 lokasi pengungsian. Terdapat enam kelurahan yang terdampak, yaitu Gunung, Petongan, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur dan Manggarai Selatan.

Umumnya, para pengungsi banjir di Jakarta tersebut membutuhkan makanan, air bersih, selimut, dan karpet.

5 dari 6 halaman

Rumah Kebanjiran, Pose Yuni Shara Bikin Salfok

Dream - Sejumlah wilayah Jakarta mengalami banjir akibat hujan yang turun sejak dini hari tadi. Sejumlah pemukiman pun terendam air.

Demikian pula dengan rumah artis Yuni Shara. Air sampai masuk ke lantai satu kediaman penyanyi yang juga kakak kandung Krisdayanti tersebut.

Yuni pun mengunggah foto ketika rumahnya kebanjiran. Air yang masuk ke rumah Yuni memiliki ketinggian muka di atas mata kaki.

" Alhamdulillah.. Thank you 2019. Welcome 2020,"  tulis Yuni di akun Instagramnya, @yunishara36.

 Yuni Shara© Instagram

Yuni Shara (Foto: Instagram @yunishara36.

Unggahan tersebut mendapat komentar dari netizen. Tetapi, sebagian justru memberikan tanggapan seputar pose Yuni.

Yuni tampak mengenakan celana pendek denim dipadu kaos bergaris warna biru dan putih. Sedangkan kakinya berbalut sepatu ukuran betis.

" Kerenn mba Yuni banjir msh ayu sy banjir dah puanikkk,"  tulis @ane.dianesae.

" MasyaAllah.. turut prihatin,"  tulis @memes605.

" Kebanjiran tetap kece mbak,"  tulis @rachmawatty_

6 dari 6 halaman

Masjid Siap Tampung Korban Terdampak Banjir

Dream - Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia, Syafruddin, menyatakan seluruh masjid siap menampung para korban banjir. Baik itu Jakarta maupun daerah-daerah lain yang diterpa banjir.

Syafruddin mengimbau jajaran pengurus DMI menjadikan masjid sebagai penampungan para korban banjir. Juga menyiapkan logistik serta menampung bantuan untuk mereka yang mengalami musibah.

" Apa pun latar belakang mereka, semuanya kita terima. Kita siapkan logistik sesuai kemampuan masing-masing untuk membantu para korban bencana banjir ini," ujar Syafruddin melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 1 Januari 2020.

 DMI© istimewa

Syafruddin juga mendorong badan otonom di bawah DMI, seperti Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), JPRMI, Prima DMI, dan ISYEF untuk terjun membantu masyarakat. Juga para marbot, DKM, takmir masjid, dan lain-lain.

" Silakan dilaksanakan sejak hari ini dan hari-hari mendatang, sampai masyarakat merasakan perlindungan, pengayoman, dan kehadiran seluruh jajaran DMI," kata dia.

Lebih lanjut, Syafruddin mengatakan imbauan tersebut merupakan wujud keprihatinan DMI atas bencana banjir yang melanda Jakarta dan sejumlah daerah lain.

Beri Komentar