Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Mengaji.
Dream – Masih ingat berita paket mengaji Alquran di pesawat jet pribadi dengan biaya fantastis? Program yang digelar ini menuai reaksi keras dari netizen.
Paket mengaji ini memang tergolong kelas mewah. Memanfaatkan waktu perjalanan terbang, sebuah perusahaan memasang program mengaji di pesawat pribadi. Tarifnya fantastis. Bisa mencapai ratusan juta rupiah tergantung jam terbang.
Sontak program mengaji mewah itu membuat geger. Banyak netizen menyayangkan program mengaji yang dianggap jadi ladang mencari uang.
Mengetahui reaksi negatif di dunia sosial media, Direktur Eksekutif Elite Jets Sdn., Bhd., Capt. Salman dilansir dari Mynewshub, Jumat 17 Februari 2017, mengatakan program mengaji ini memang dibuat untuk jutawan yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca Alquran.
“Sama saja seperti paket umrah bersama selebriti yang ada sekarang. Contohnya, umrah bersama ustaz terkenal dengan bayaran paket sebanyak 10 ribu ringgit (Rp29,91 juta). Bukan harga ustaznya yang 10 ribu ringgit, tapi harga paket umrah itu,” kata Salman.
© Dream
Dia mengatakan pengajian bersama juara qari tilawah Alquran level internasional tahun 2009, Sharifah Khasif Fadzillah Syed Badiuzzaman, itu gratis. Yang dikenakan adalah biaya sewa jet pribadi.
Sekadar informasi, rata-rata biaya mengaji di jet pribadi yang ditawarkan Elite Jets ini sebesar Rp100 juta per jam.
Memang, kata Salman, biaya sewa jet pribadi memang mahal. Biaya operasi per jam bisa mencapai US$5 ribu (Rp66,58 juta) untuk ongkos avtur, perizinan, asuransi, dan operasional.
“Kami memberikan pengajian Alquran kepada penumpang secara gratis. Meskipun sebentar, ilmu yang dimiliki lebih berharga dan tiada ternilai. Sebenarnya, Quran (adalah) kalamullah yang harus diangkat tinggi martabatnya di mana pun dan kapan pun,” kata Salman.
© Dream
Berbicara keuntungan, Salman mengatakan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari program ini akan dibagikan untuk beberapa kegiatan sosial.
Pertama, lanjut Salam, biaya yang diperoleh akan diberikan untuk membantuk sekolah Alquran yang didirikan oleh Sharifah Khasif. Kedua, diberikan kepada yayasan menghafal Alquran.
Program lain yang dibidik adalah membantu panti asuhan dan panti jompo. Dan terakhir, sebagian biaya dipakai untuk biaya perusahaan dan operasional pesawat.
Jadi kamu tertarik belajar mengaji bertarif ratusan juta rupiah ini?
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS