Hore! Subsidi Tahap III Sudah Bisa Cair, Alhamdulillah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 16 September 2020 14:40
Hore! Subsidi Tahap III Sudah Bisa Cair, Alhamdulillah
Subsidi gaji tahap III akan diberikan kepada 3,5 juta pegawai. Sudah terima?

Dream - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan subsidi upah tahap III telah dicairkan. Uang sekitar Rp1,2 juta dari total Rp2,4 juta itu akan disalurkan untuk 3,5 juta pegawai yang lolos kriteria sesuai Permenaker 14/2020.

Total penyaluran program subsidi gaji telah disalurkan kepada 9 juta penerima atau 57 persen dari total target 15,7 juta orang.

“ Setelah menerima data dari BPJS, kami memaksimalkan waktu selama 4 (empat) hari kerja terhitung semenjak Rabu hingga Senin kemarin untuk melakukan check list kelengkapan data," papar Ida dalam konferensi pers virtual, Selasa, 15 September 2020.

Menurut Ida, data yang sudah diperiksa itu kemudian diproses oleh tim Kuasa Pengguna Anggaran untuk diserahkan kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Tahap selanjutnya adalah dana subsidi gaji dapat segera dicairkan kepada bank penyalur.

Lewat bank penyalur inilah uang subsidi gaji untuk dua periode senilai Rp1,2 juta akan ditransfer ke rekening bank BUMN maupun bank swasta lainnya.

“ Alhamdulillah check list selesai, proses pencairan ke KPPN juga sudah selesai, selanjutnya saya himbau agar Bank Penyalur segera transfer ke rekening penerima,” ujar Ida.

 

1 dari 5 halaman

Tak Ada Niat Menghambat

Menaker memastikan kementeriannya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memproses pencairan subsidi upah/gaji bagi teman-teman pekerja. Dia juga memastikan tidak ada upaya Kemnaker untuk menghambat penyaluran subsidi ini.

Namun, lanjutnya, Kemnaker memang harus bekerja secara prosedural sesuai regulasi agar program dapat berjalan sesuai sasaran.

" Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Bank Penyalur untuk mempercepat proses transfer ke rekening penerima dan jika ada kendala maka kami cari jalan keluar bersama” kata Ida.

 

2 dari 5 halaman

Pencairan Tahap I dan II sudah 99,1%

Dengan kepastian pencarian tahap III ini, data Kemnaker per 14 September 2020 melaporkan penyaluran subsidi tahap I dan tahap II telah diberikan kepada 5,45 juta penerima atau 99,1 persen dari total penerima tahap I dan tahap II sebanyak 5,5 juta orang. Untuk tahap III sendiri baru akan terlihat realisasinya kurang lebih dalam 2 hari ke depan.

Menaker Ida berharap bantuan subsidi gaji dapat membantu daya ekonomi serta dimanfaatkan secara optimal oleh para pekerja/buruh. Bantuan ini juga diharapkan mengurangi beban para pekerja di masa pandemi.

“ Bantuan subsidi upah ini diarahnkan untuk menjaga dan meningkatkan daya beli pekerja/buruh serta mendongkrak konsumsi masyarakat. Sehingga, kemudian menimbulkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Menaker Ida.

3 dari 5 halaman

1,6 Juta Rekening yang Diajukan untuk Terima Subsidi Gaji Rp2,4 Juta Ditolak!

Dream - Sebanyak 1,6 juta rekening yang diajukan untuk mendapat bantuan subsidi gaji ditolak. Ada sejumlah faktor yang menbuat rekening-rekening itu tak masuk kriteria penerima subsidi, antara lain upah pekerja tersebut di atas Rp5 juta dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan di atas bulan Juni 2020.

" Saya sampaikan ada 1,6 juta rekening yang tidak valid yang tidak bisa diteruskan karena tidak sesuai dengan ketentuan di Permenaker," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek, Agus Susanto, dikutip dari Liputan6.com.

" Dari 1,6 juta rekening ini ternyata kita lihat ada 62 persen upah di atas Rp5 juta, dan kepesertaannya di atas Juni 2020 sebanyak 38 persen," tambah dia.

Padahal, menurut Agus, dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan sudah jelas disebutkan bahwa yang berhak menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Sehingga secara otomatis perusahaan yang mengirimkan nomor rekening pegawainya tersebut tidak layak mendapatkan subsidi gaji.

" Kenapa bisa terjadi demikian? karena sebagian dari perusahaan tersebut mengirimkan nama-nama karyawan tanpa memilah mana yang upahnya di bawah Rp5 juta dan di atas Rp5 juta, akhirnya dikirimkan semuanya," jelas dia.

4 dari 5 halaman

Nama-nama tersebut, tambah Agus, kemudian otomatis terseleksi oleh sistem BP Jamsostek dan perbankan.

Begitu juga terjadi dengan perusahaan yang tidak bisa memilah atau kesulitan memasukkan data kepesertaan pekerja baru di BP Jamsostek yang terdaftar setelah Juni 2020. Mereka secara otomatis tidak bisa mendapat subsidi gaji.

" Kesulitan memilah mana karyawan baru yang sebelum Juni 2020 sudah terdaftar dan karyawan baru yang baru didaftarkan ke BP Jamsostek, sehingga mereka kirimkan semuanya ini juga terseleksi terfilter oleh sistem BP Jamsostek itulah yang menyebabkan ada 1,6 juta yang tidak bisa diteruskan," kata Agus.

5 dari 5 halaman

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan telah menerima 9 juta nomor rekening peserta penerima bantuan subsidi upah sebesar Rp2,4 juta. Bantuan subsidi gaji tersebut bakal dicairkan dalam dua tahap, dimana penyaluran tahap pertama sebesar Rp1,2 juta.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, mengatakan, sebanyak 9 juta nomor rekening ini dikirimkan oleh BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek dalam tiga tahap. Untuk tahap pertama telah diserahkan 2,5 juta nomor rekening, dan tahap kedua 3 juta nomor rekening penerima subsidi gaji.

" Selasa, 8 September 2020 sudah dilakukan serah terima data tahap ketiga dari BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemnaker. Dengan adanya 3,5 juta maka jumlahnya menjadi 9 juta nomor rekening," kata Ida.

Total peserta penerima subsidi gaji, kata Ida, sebanyak 15,7 juta orang. Adapun jumlah nomor rekening peserta yang telah terkumpul kini mencapai 14,5 juta, namun belum seluruhnya selesai tervalidasi.

Sementara, menurut Agus, 9 juta nomor rekening yang sudah diserahkan ke Kementerian Ketenagakerjaan telah dipastikan valid setelah melewati serangkaian proses validasi.

Pengiriman 9 juta nomor rekening peserta penerima bantuan subsidi gaji ini didapatkan dari data terakhir per 8 September 2020 pukul 06.00 WIB.

" Gelombang pertama kita serahkan 2,5 juta, di gelombang kedua 3 juta, dan hari ini kembali kita serahkan ke gelombang ketiga sudah kita serahkan 3,5 juta. Sehingga total nomor rekening yang kita serahkan ke Kemnaker 9 juta untuk di proses transfer kepada masing-masing peserta," ujar Agus.

Beri Komentar