Dream - Dibantu laju indes regional yang bergerak menguat, indeks acuan saham syariah Indonesia kembali ke zona hijau. Aksi beli asing di awal sesi juga memberikan tambahan energi.
Emiten di sektor infrastruktur dan pertambangan kali ini menjadi motor pendorong Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada prapembukaan perdagangan BEI, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 0,390 poin (0,27%) ke level 144,910.
Pembukaan positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang naik 2,362 poin (0,39%) ke level 612,593.
Laju positif ISSI dan JII terus bertahan di sesi pembukaan. Kali ini ISSI naik 0,423 poin (0,29%) ke level 144,943. Sementara JII menanjak 2,422 poin (0,40%) ke level 612,653.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal sesi ini mencapai Rp 16,5 miliar. Sebanyak 93,64 juta saham sudah diperdagangkan pelaku pasar.
Di jajaran emiten keping biru syariah, tercatat 26 emiten membuka perdagangan di zona hijau. Hanya 1 emiten JII yang tertekan aksi jual dan 3 lainnya bertahan stagnan.
Saham-saham di sektor infrastruktur mencetak kenaikan tertinggi sebesar 0,74 persen. Diikuti pertambangan 0,62 persen, dan keuangan 0,42 persen.
Sementara saham barang knsumsi tampaknya dihindari pelaku pasar dengan melemah 0,13 persen. Disusul manufaktur 0,08 persen dan industri dasar 0,01 persen.
Dengan kondisi regional yang didominasi penguatan, kecuali Nikkei yang turun 0,33 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikannya pagi ini. IHSG naik 10,936 poin (0,24%) ke level 4.607,044 di sesi prapembukaan.
Lantai bursa saham sudah diguyur dana investor hingga Rp 30,32 miliar dengan 107,78 juta saham berpindahtangan.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah kembali bergera menguat. Naik 84 poin (0,61%), rupiah pagi ini sudah bertengger di level 13.670 per dolar AS.