Dream - Bicara masalah perusahaan kecil dan menengah, Amerika Serikat (AS) adalah negara dengan jumlah UKM terbanyak di dunia. Ada 28 juta UKM yang mampu menciptakan lapangan kerja untuk 120 juta orang di sektor swasta.
Perusahaan-perusahaan kecil ini seharusnya layak mendapatkan dana pinjaman modal. Mereka berhak tahu dengan jelas biaya pinjaman sebenarnya yang didapat dari bank.
Untungnya, seperti dikutip dari Entrepreneur, Rabu, 3 Februari 2016, ada lima cara agar UKM tidak terjebak pinjaman dengan biaya dan jumlah pengembalian yang mahal.
1. Jangan teruskan jika kreditur tidak memberitahu persentase bunga tahunan
Sebagai nasabah, Anda berhak mengetahui total biaya dari setiap pinjaman yang ditawarkan sehingga Anda dapat dengan mudah membandingkannya dengan penawaran lain dan membuat keputusan yang tepat untuk bisnis Anda.
Sayangnya, perusahaan pembiayaan umumnya menyediakan pinjaman dengan harga yang dapat membingungkan atau menyesatkan - dan biaya sebenarnya dari pinjaman sering tidak diungkapkan. Sebaliknya, beberapa perusahaan pembiayaan mengutip 'tarif' yang dihitung sedikit berbeda dari tingkat suku bunga yang benar, sehingga produk mereka terlihat lebih murah.
Salah satu cara terbaik untuk melakukan perbandingan apple-to-apple pada produk pinjaman adalah dengan menghitung APR (tingkat persentase tahunan untuk bunga pinjaman). Ini adalah tingkat bunga per tahun di mana peminjam harus membayar, selain uang pinjaman. Ini adalah biaya sebenarnya dari pinjaman Anda karena, tidak seperti bunga biasa, APR juga memperhitungkan biaya tambahan dan biaya tersembunyi lainnya.
Sayangnya, banyak kreditur yang mengaku tidak dapat menghitung APR atau bahwa APR tidak relevan karena mereka tidak menawarkan pinjaman jangka panjang. Itu adalah pernyataan yang salah.
2. Jangan ambil pinjaman jika ada denda penalti melunasi lebih cepat
Hal ini tidak selalu diungkapkan secara transparan oleh kreditur. Jadi, jika ragu, minta kreditur untuk menjelaskan berapa banyak utang Anda jika Anda membayar lebih awal pada tanggal tertentu. Jika itu lebih besar dari pokok pinjaman, maka ada biaya penalti. Tinggalkan saja.
3. Hati-hati kena biaya berlipat
Jika Anda mengambil pinjaman baru sebelum melunasi yang sudah ada, pastikan Anda tidak dikenakan biaya double untuk pinjaman Anda. Biaya baru harus dihitung berdasarkan modal tambahan yang telah Anda terima.
Sebagai contoh, seorang pemilik bisnis yang masih berhutang US$ 10.000 mengambil pinjaman kedua sebesar US$ 25.000. Pinjaman pertama bisa diubah menjadi pinjaman baru sehingga ia hanya menerima $ 15.000 dari modal baru.
Namun, jika orang ini dibebankan biaya penuh pada US$ 25.000, secara efektif ia akan dikenakan biaya dobel untuk pinjaman sebesar US$ 10.000 jumlah.
4. Jangan tergoda menumpuk pinjaman
Jangan sampai Anda terjebak dengan pinjaman yang bertumpuk-tumpuk. Masing-masing memiliki tagihan dan bunga yang berbeda-beda. Ini akan menggerogoti bisnis Anda dari dalam sehingga aliran kas perusahaan keropos.
Anda sedang dalam situasi keuangan yang ketat atau ingin menjajal kesempatan bisnis yang sedang tren, penting untuk diingat bahwa meski butuh suntikan modal segera, tidak berarti Anda membutuhkan produk pinjaman baru. Sebaiknya pertimbangkan untuk mengelola utang yang ada yang berpotensi dapat menurunkan biaya secara keseluruhan.
5. Jangan mudah tergoda rayuan kreditur
Sebelum Anda mulai belanja pinjaman, konsultasikan dengan akuntan atau penasihat keuangan untuk mencari tahu berapa banyak yang benar-benar diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis Anda.
Hindari kreditur yang mencoba memberi pinjaman jauh lebih besar dari yang butuhkan. Atau kreditur yang mencoba untuk menekan Anda untuk menerima penawaran terlalu cepat. Kadang-kadang iming-iming tambahan modal kerja bisa menggoda, tapi ingat, semua ini tentang menemukan pembiayaan yang tepat untuk Anda.