Minim Sentimen Negatif, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 3 Februari 2016 16:43
Minim Sentimen Negatif, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Kurs rupiah sore ini justru berbalik melemah.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia berbalik menguat setelah investor melakukan aksi beli saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju positif sendirian di tengah kondisi regional yang berbalik melemah.

Penguatan ini terjadi disaat investor asing mulai berhenti melakukan aksi beli. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 168 miliar, lebih rendah dari perdagangan kemarin.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 3 Februari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik 1,105 poin (0,77%) ke level 144,520.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga sukses ditutup menguat 6,519 poin (1,08%) ke level 610,231.

Kedua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya sempat tertekan di awal perdagangan. Kondisi regional yang melemah membuat investor menghindari lantai bursa.

Namun memasuki sesi kedua, investor mulai berani kembali melantai. Alhasil, sejumlah saham pelan-pelan mulai merangkak naik.

Dngan transaksi sebesar Rp 3,04 trilun, investor tampainya berburu saham-saham di sektor infrastruktur yang naik 0,95 persen. Emiten industri aneka juga berbalik menguat 0,90 persen dan barang konsumsi 0,88 persen.

Aksi beli investor sukses mendorong 64 emiten syariah ditutup menguat. Namun, ISSI justru lebih banyak didominasi koreksi harga saham dari 99 emiten.

Emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi dihuni UNVR yang naik Rp 1.150 per saham. Top gainer lainnya diisi ICBP yang menguat Rp 850, AKRA Rp 275, INTP Rp 275, dan AALI Rp 150 per saham.

Sebaliknya, penghuni top losser ISSI dihuni emiten SMGR yang turun Rp 325, SILO Rp 125 dan UNTR Rp 125, IND Rp 100, dan ITMG Rp 40 per saham.

Berbeda dengan indeks syariah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menguat di menit-menit terakhir perdagangan. Saham keuangan sempat membuat IHSG tertekan cukup kuat.

IHSG sore ini ditutup mengaut tipis 8,673 poin (0,19%) ke level 4.596,108 per saham. Dengan dana bergulir di lantai bursa mencapai Rp 4,9 triliun.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah mengikuti pelemahan mata uang dunia. Rupiah turun 64 poin (0,47%) mejadi 13.754 per dolar AS.

Beri Komentar