Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://merdeka.com)
Dream - Indeks acuan saham syariah tak mampu mempertahankan laju positifnya di pasar modal Indonesia. Pelemahan ini terjadi di saat bursa saham Indonesia sanggup menembus zona hijau di menit-menit terakhir perdagangan.
Sentimen turunnya harga semen yang dipicu akhir pekan lalu tampaknya masih menghantui pelaku pasar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 19 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpeleset 0,103 poin (0,06%) ke level 165,976. Pada penutupan akhir pekan lalu ISSI sempat juga melemah dan bertengger di 166,079.
Tanda-tanda terkoreksinya indeks acuan berisi lebih dari 300 saham syariah ini memang sudah tercium sejak awal perdagangan. Meski dibuka menguat 0,188 poin ke level 166,267, ISSI tak mampu berbuat banyak di awal transaksi.
ISSI justru dilanda tekanan dan jatuh ke zona merah. Sepanjang perdagangan hari ini, ISSI bahkan jatuh ke level terendah di 165,26.
Pelemahan ini didorong turunnya harga saham dari 93 emiten syariah dan 54 lainnya yang melaju stagnan. Beruntung masih ada 89 emiten penghuni ISSI yang bisa menahan pelemahan lebih dalam.
Pelaku pasar masih cukup hati-hati dengan sentimen yang muncul di pasar. Akibatnya, aksi jual beli saham syariah awal pekan ini hanya menciptakan perpindahantangan 34,21 miliar saham senilai Rp 4,13 triliun.
Penutupan di zona merah juga menimpa indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Sore ini, JII ditutup melemah 0,050 poi (0,01%) ke level 681,63.
Sama dengan ISSI, indeks JII juga sempat masuk zona hijau dan menembus level tertinggi 684,44. JII pagi ini mengawali perdagangan di level positif 682,89.
Emiten UNVR mencetak kenaikan harga tertinggi Rp 500 ke level 34.000 per saham. Top Gainer lainnya adalah ICBP yang naik Rp 350, ASII Rp 125, dan BMTR Rp 125 per saham.
Berbeda dengan dua indeks saham syariah yang melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terselamatkan aksi beli pelaku pasar jelang penutupan perdagangan.
IHSG ditutup naik tipis 3,714 poin (0,07%) ke level 5.152,093. Kenaikan disokong menguatnya harga saham dari 144 emiten. Sisanya, 150 emiten bergerak melemah dan 100 lainnya stagnan.
Lantai bursa awal pekan ini diguyur dana hingga Rp 5,61 triliun dari aksi jual beli terhadap 61,59 miliar saham. Investor asing semakin agresif menarik dananya dari pasar modal Indonesia. Nett sell asing tercatat meningkat menjadi Rp 705 miliar.
Meski didominasi indeks sektor saham yang menguat, turunnya indeks sektor industri dasar hingga 2,33 persen cukup membuat pasar saham melaju loyo. Ditambah lagi dengan melemahnya indeks sektor infrastruktur sebesar 0,97 persen dan pertanian 0,59 persen.
Advertisement