Kurs Rupiah Bikin Cemas, Indeks Syariah Tetap Lemas

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 24 Maret 2020 16:55
Kurs Rupiah Bikin Cemas, Indeks Syariah Tetap Lemas
Sektor industri paling `merah`.

Dream - Indeks syariah masih belum bertenaga di dua hari perdagangan ini. Meski bursa regional sedikit bersemangat dengan guyuran dari stimulus dari masing-masing negara, pemodal domestik masih dibayangi nilai tukar rupiah yang belum menguat tajam.

Pada perdagangan hari ini, Selasa, 24 Maret 2020, Bank Indonesia (BI) mencatat ada kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI melaporkan dollar AS diperdagangkan di level Rp16.486 atau menguat 122 poin.

Kecemasan pelaku pasar itu membuat lantai bursa minim transaksi beli. Hal yang sama berpengaruh pada laju bursa saham syariah di BEI namun dengan pelemahan yang tak terlalu tinggi.  

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup melemah 1,812 poin (1,54%) ke level 115,946. Setelah dibuka di 117,758, ISSI sempat menanjak ke level 120,448. Namun, pelemahannya tak berlangsung lama dan ISSI kembali merosot ke level 115,102.

Koreksi sedikit tajam terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah 8,709 poin (2,16%) ke level 393,863. Sedangkan indeks JII70 terguling 2,795 poin (2,08%) ke level 131,723.

Pelemahan juga masih dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terpangkas 51,885 poin (1,30%) ke level 3.937,632.

1 dari 5 halaman

Sektor Industri Aneka Terpangkas 4,57 Persen

Sektor industri aneka mengalami penurunan paling tajam sebesar 4,57 persen. Disusul sektor properti 2,91 persen, dan infrastruktur 2,10 persen.

Kabar baiknya, dua indeks sektoral ditutup menguat kali ini. Keduanya adalah sektor pertambangan dengan kenaiakn indeks 3,64 persen dan pertanian 1,06 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah JECC yang harga sahamnya naik Rp1.000, SCCO Rp300, TGKA Rp270, ITMG Rp250, dan AKRA Rp230.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah POLL yang harga sahamnya turun Rp525, TCPI Rp320, INDF Rp300, ASII Rp240, dan SILO Rp220.

Dari pasar uang, pada 16.44, kurs dolar AS melemah 31 poin (0,19%) ke level Rp16.544 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Ambruk, IHSG Terlempar dari Level 4000

Dream - Laju penguatan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan laju ternyata hanya bertahan singkat. Di tengah wabah virus corona Covid-19 serta ambruknya nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlempar dari level 4.000. 

Investor di dalam dan luar negeri yang semula menganggap wabah corona sebagai krisis kesehatan kini melihat skenario yang lebih parah. Analis dunia bahkan menggambarkan kondisi saat ini akan mengarah pada krisis keuangan global.

Sentimen negatif dari dalam dan luar negeri membuat indeks syariah kembali tak berdaya. Dua indeks acuan saham bluechips syariah di pasar modal Indonesia ini bahkan terjun bebas di atas 5 persen pada penutupan perdagangan Senin, 22 Maret 2020.

Dikutip pada papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 6,026 poin (4,69%) ke level 117,758. Mendekam seharian di zona negatif, ISSI sempat terjun bebas ke level 117,286.

 

 © Dream

 

Koreksi tajam melanda dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini rontok sampai 28,593 poin (6,63%) ke level 402,572.

Indeks JII70 melemah 9,257 poin (6,44%) ke level 134,518.

Sementara IHSG terjungkal dari level 4000 untuk pertama kalinya di tahun ini. Terpangkas 205,427 poin (4,89%), IHSG bertahan di level 3.989,517.

Sekadar informasi, perdagangan di bursa sempat dihentikan sementara (trading halt) pada 14.52. Saat itu, IHSG anjlok 5 persen ke 3.985.

3 dari 5 halaman

Semua Indeks Tumbang

Semua indeks sektoral tumbang. Investor lebih banyak melepas sahamnya di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini melemah 5,87 persen, 5,77 persen, dan 5,75 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah KAEF yang harga sahamnya merangkak Rp165, INAF Rp140, BSSR Rp95, BUKK Rp40, dan IGAR Rp40.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya terpangkas Rp1.125, UNTR Rp1.025, INTP Rp775, ICBP Rp625, dan SCCO Rp575.

Pada 16.31, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot. Kurs dolar AS meroket 602 poin (3,64%) ke level Rp16.522 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Menjauh dari Bursa Karena Isu Corona, Indeks Syariah Melemah

Dream - Pandemik wabah virus corona baru, Covid-19, menjadi isu yang mencemaskan pelaku pasar. Investor masih menghitung efektivitas berbagai stimulus dan upaya pencegahan yang dibuat berbagai negara di dunia untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Kecemasan tersebut membuat investor lagi-lagi menahan diri terjun ke lantai bursa. Hal yang sama dilakukan pemodal di pasar saham syariah. 

Tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup melemah pada perdagangan, Rabu, 18 Maret 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 3,378 poin (2,61%) ke level 125,809. Sejak sempat dibuka menguat tipis ke level 129,574 saat sesi pembukaan dibuat. Hanya bisa menyentuh level tertinggi di 129,877, ISSI langsung terjun ke zona merah saat sesi perdagagan baru berjalan beberapa menit.

 

 © Dream

 

ISSI sempat tersungkur ke level terendah di 124,292 dan berhasil memperbaiki kondisi jelang penutupan.

Tekanan jual juga melanda indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang melorot 17,631 poin (3,90%) ke level 434,494. Sementara Indeks JII70 terguling 5,432 poin (3,59%) ke level 145,971.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 126,076 poin (2,83%) ke level 4.330,674.

5 dari 5 halaman

Terus Hantui Investor

Ancaman pandemi corona membuat investor masih takut melantai di bursa. Aksi jual saham marak terjadi di sektor infrastruktur, barang konsumsi, dan pertanian. Ketiga indeks ini melemah masing-masing sebesar 3,85 persen, 3,77 persen, dan 3,45 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLL yang harga sahamnya naik Rp350, TCPI Rp210, TPIA Rp200, HERO Rp190, dan INTP Rp175.

Sebaliknya, harga saham GMTD terkoreksi Rp700, ITMG Rp475, UNVR Rp450, ICBP Rp425, dan SILO Rp400.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 36 poin (0,24%) ke level Rp15.208 per dolar AS.

Beri Komentar