Indeks Syariah Kompak Melemah, Investor Asing Aksi Jual Saham

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 3 September 2019 16:59
Indeks Syariah Kompak Melemah, Investor Asing Aksi Jual Saham
Bagaimana dengan IHSG?

Dream - Pasar modal Indonesia kembali dihempas ketidakpastian. Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang penuh ketidakjelasan dimanfaatkan pemodal asing untuk menyelamatkan diri dari bursa saham dunia.

Aksi jual oleh pemodal asing marak terjadi di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa, 3 September 2019. Akibatnya, indeks saham kembai berguguran ke zona merah.

Koreksi juga dialami tiga indeks acuan di bursa saham nasional. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan koreksi 1,026 poin (0,53%) ke level 191,0745.

ISSI sempat memulai perdagangan dengan bergerak menguat ke level 192,429 di sesi pra-pembukaan. Saat bel perdagangan berbunyi, laju ISSI kembali naik ke level 192,430.

Laju positif ISSI hanya berlangsung singkat sekitar satu jam usai bel tanda perdagangan dimulai. Memasuki perdagangan pukul 10, ISSI mulai mengalami tekanan dan bergerak terbatas di zona merah. 

Hingga sesi perdagangan ISSI hanya sekali dua kali muncul sedikit di teritori merah. Tekanan jual jelang penutupan membuat ISSI tak lagi berdaya dan menutup perdangagan di zona merah.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun lebih dalam sebesar 6,043 poin (0,86%) ke level 692,699. Sementara indeks JII70 terkoreksi 1,889 poin (0,79%) ke level 235,501.

Tekanan jual yang dilakukan pemodal asing membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut tak berdaya. IHSG terkoreksi 28,956 poin (0,46%) ke level 6.261,956.

Sepanjang hari ini perdagangan saham cukup dengan total frekuensi saham 542.718 kali dan volume perdagangan 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,8 triliun.

Namun raminya aksi beli itu diwarnai dengan langkah investor asing yang melakukan aksi jual saham Rp 319 miliar di pasar regular.

1 dari 5 halaman

Sektor Infrastruktur Terkoreksi

Investor lebih suka melepas sahamnya di sektor infrastruktur, industri aneka, dan keuangan. Indeks sekor infrastruktur terkoreksi 1,29 persen, industri aneka 1,07 persen, dan keuangan 0,8 persen.

Hanya ada tiga indeks sektoral yang menguat, yaitu properti sebesar 0,19 persen, barang konsumsi 0,19 persen, dan perdagangan 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MKPI yang harga sahamnya menguat Rp2.600, STTP Rp770, POLU Rp240, MDKA Rp200, ITMG Rp125, dan PCAR Rp115.

Sebaliknya, harga saham UNVR terkoreksi Rp475, TCID Rp300, FIRE Rp230, ISAT Rp230, danb FASW Rp200.

Pada 16.07, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs dolar AS menguat 54 poin (0,38%) ke level Rp14.248 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Perang Dagang AS-China Memanas (Lagi), Indeks Syariah Melemas

Dream - Bursa saham Indonesia tak sempat merasakan sentimen penguatan Wall Street pada akhir pekan kemarin. Aksi beli investor di perdagangan pekan I September 2019 justru dihadang oleh isu perang dagang AS-China yang semakin memanas. 

Trump dan Xi Jin Ping kembali membuat ekonomi global dilanda kecemasan karena aksi saling menaikkan tarif impor tambahan. Sentimen tersebut langsung menyurutkan minta investor melantai di bursa saham. 

Indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah mendengar sentimen perang dua negara besar tersebut.

Dikutip dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 0,761 poin (0,39%) ke level 192,101. ISSI sempat dibuka menguat ke level 193,111 di sesi prapembukaan. ISSI sempat kembali menguat ke level 193,214 saat bel perdagangan dibunyikan.

Namun laju menanjak itu hanya berjalan sesaat. ISSI langsung terjun ke teritori negatif saat perdagangan baru berjalan 5 menit. ISSI yang sempat jatuh ke level terendah 191,937, mendekam di zona merah hingga sesi penutupan berakhir.

Kondisi serupa dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang tiarap di teritori merah. Indeks berisi 30 emiten syariah ini turun 3,848 poin (0,55%) ke level 698,742.

Indeks JII70 merosot 0,859 poin (0,36%) ke level 237,190.

Sentimen negatif dari isu perang dagang -ChinaAS yang kembali menghadang membuat IHSG tak bisa berbuat banyak. IHSG melorot 37,924 poin (0,60%) ke level 6.290,546.

3 dari 5 halaman

Investor Jadi Malas Beli Saham

Memanasnya situasi perdagangan membuat investor enggan melantai di bursa. Para penanam modal cenderung menjual sahamnya, terutama di sektor industri aneka, properti, dan manufaktur. Ketiga indeks ini turun masing-masing 1,41 persen, 1,10 persen, dan 1,07 persen.

Hanya ada dua indeks yang menguat sektor industri dan perdagangan masing-masing sebesar 0,38 persen dan perdagangan 0,26 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah POLU yang harga sahamnya naik Rp500, INCO Rp440, SILO Rp300, EMTK Rp250, dan KEEN Rp194.

Sebaliknya, emiten pencetak top loser hari ini yaitu UNVR yang harganya melemah Rp900, ITMG Rp550, INTP Rp325, UNTR Rp325, dan MKPI Rp250.

Pada 16.08, kurs dolar AS terhadap rupiah cenderung melemah. Dolar AS terkoreksi 46 poin (0,32%) ke level Rp14.151 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Indeks Syariah Perkasa Seharian, Saham Sektor Manufaktur Melesat

Dream - Menutup perdagangan akhir pekan, indeks syariah kompak bergerak menguat. Pergerakan ini sesuai prediksi sejumlah analis yang mencatat laju indeks di bursa saham Indonesia sedang berada dalam tren menguat jangka pendek.

Indeks saham sektor manufaktur jadi penggerak utama perdagangan di pasar modal Indonesia.

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat, 30 Agustus 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), menguat 2,326 poin (1,22%) ke level 192,862. ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka di 190,536 di sesi pra-pembukaan.

Laju ISSI sudah menguat sejak bel tanda perdagangan di mulai. ISSI kembali tancap gas dengan melaju ke level 190,426. Aksi beli investor membuat indeks ini sempat menembus level tertinggi di 192,862.

Aksi beli investor juga turut mendorong indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) naik signifikan. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini melonjak 11,161 poin (1,61%) ke level 702,590.

Indeks JII70 juga turut naik 3,136 poin (1,33%) ke level 238,049.

Kenaikan di atas 1 persen sayangnya tak bisa diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan sektor barang konsumsi yang tertekan cukup besar, IHSG hanya bisa naik 39,351 poin (0,63%) ke level 6.328,470.

5 dari 5 halaman

Sektor Manufaktur Diidamkan Investor

Investor gencar membeli saham, terutama di sektor manufaktur. Hal ini membuat indeks sektor manufaktur meroket 3,36 persen.

Penguatan indeks ini diikuti oleh properti sebesar 1,59 persen, perdagangan 0,92 persen, dan keuangan 0,83 persen.

Hanya ada satu indeks sektoral yang terkoreksi, yaitu barang konsumsi sebesar 0,82 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik Rp1.000, POLL Rp805, TCID Rp525, PICO Rp520, dan ITMG Rp350.

Sebaliknya, harga saham SHID terkoreksi Rp210, AMFG Rp100, ITMA Rp95, MDKA Rp75, dan SSTM Rp56.

Pada 16.14, rupiah menguat terhadap dolar AS. Dolar AS melemah 24 poin (0,17%) ke level Rp14.186 per dolar AS.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik