Indeks Syariah Kompak Menguat 4 Hari Berturut-turut

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 6 April 2020 16:55
Indeks Syariah Kompak Menguat 4 Hari Berturut-turut
Bagaimana dengan rupiah?

Dream - Bursa saham Indonesia perlahan-lahan terus bergerak menguat dalam empat hari terakhir. Pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 6 April 2020, investor juga berhasil menutup perdagangan di zona positif meski dibayangi aksi jual pemodal asing. 

Sentimen penguatan bursa regional, salah satunya KOSPI Korea Selatan, mendorong adrenalis investor untuk berburu saham-saham yang memang sudah turun tajam.

Aksi beli investor ini turut memompa tiga indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia. Emiten sektor properti dan infrastruktur menjadi motor perdagangan kali ini.

Dikutip dari papan perdagangan BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat tajam 5,290 poin (3,87%) ke level 141,948. ISSI menguat seharian di zona hijau setelah dibuka menguat di level 136,658 saat sesi prapembukaan.

Kenaikan lebih tinggi dicetak indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang menanjak 21,698 poin (4,44%) ke level 516,529.

Sementara indeks saham syariah paling bungsu, JII70 tercatat naik tajam 7,759 poin (4,74%) ke level 171,526.

Kembalinya aksi beli menggairahkan lantai bursa yang kemarin sempat syok dengan dampak wabah corona pada perekonomian nasional. Setidaknya ini terlihat dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 188,398 poin (4,07%) ke level 4.811,827.

 

1 dari 5 halaman

Saham Properti dan Infrastruktur Jadi Idola

Investor ramai-ramai melantai di bursa dengan beburu saham properti, infrastruktur, dan pertanian yang naik cukup tajam. Ketiga sektor ini naik di atas 5 persen masing-masing sektor properti terangkat 7,13 prsen, infrastruktur 5,57 persen, dan pertanian 5,09 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya menguat Rp1.025, UNTR Rp850, AALI Rp500, TPIA Rp450, dan BTPS Rp425.

Sebaliknya, emiten-emiten yang mendekam di posisi top loser kali ini adalah EPMT yang harga sahamnya terkoreksi Rp150, FASW Rp125, LINK Rp100, MAPB Rp100, dan PLIN Rp100.

Dari pasar uang, pada 16.53, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menanjak 162 poin (0,97%) ke level Rp16.657 per dolar AS.(Sah)

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menguat, Saham Industri Memimpin

Dream - Bursa saham Indonesia berhasil menembus zona hijau setelah di awal perdagangan terlihat malas-malasan bergerak. Relatif bergerak flat cenderung melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 2 April 2020. 

KOndisi lebih baik dialami indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lebih banyak bergerak di zona hijau, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISIS) menguat signifikan di sesi penutupan. 

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 2,398 poin (1,82%) ke level 134,128. ISSI bergerak fluktuatif di awal perdagangan setelah dibuka melemah di level 130,176 saat sesi pembukaan.

Kenaikan singifikan juga diukit indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 14,618 poin (3,12%) ke level 482,419. Sementar aIndeks JII70 naik 4,343 poin (2,79%) ke level 159,662.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini menutup perdagangan dengan mengaut 65,648 poin (1,47%) ke level 4.531,685.

3 dari 5 halaman

Sektor Industri Rajai Perdagangan

Sektor industri merajai perdagangan kali ini. Indeks sektor industri dasar menguat 4,27 persen, barang konsumsi 3,95 persen, manufaktur 3,91 persen, dan industri aneka 3,02 persen,

Indeks properti melemah 0,77 persen dan keuangan 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya naik Rp1.050, TPIA Rp675, INDF Rp450, UNTR Rp275, dan ISAT Rp185.

Sebaliknya, harga saham POLL terkoreksi Rp700, INTP Rp350, GMTD Rp325, PRDA Rp150, dan MAPA Rp125.

Pada 16.29, rupiah kembali melemah. Dolar AS naik 78 poin (0,47%) ke level Rp16.528. 

4 dari 5 halaman

Skenario Terburuk Ekonomi RI Gulingkan Indeks Syariah dan Rupiah

Dream - Prediksi pemerintah yang membuat skenario terburuk kondisi perekonomian nasional menggulingkan pasar saham dan keuangan Indonesia. Investor sudah cemas dengan sentimen negatif dari bursa global menahan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tekanan jual juga melanda indeks syariah yang semula bergerak positif di teritori hijau pada sesi pagi perdagangan, Rabu, 1 April 2020.  

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di pertengahan pekan ini ditutup turun 2,250 poin (1,68%) ke level 131,740. ISSI sempat menanjak setelah dibuka di level 133,990 saat sesi prapembukaan perdagangan dan bertengger di level tertinggi 136,689.

 

 © Dream

 

Pasca pengumumann skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia menghadapi pandemik corona, investor mulai dilanda kecemasan. Aksi jual mulai muncul dan mendorong ISSI merosot ke zona merah.

Tekanan semakin terasa di sesi kedua. ISSI langsung turun tajam dan menyentuh level terendah di 131,116.

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), terkoreksi 8,587 poin (1,80%) ke level 467,801. Sementara Indeks JII70 melemah 2,881 poin (1,82%) ke level 155,320.

Secara keseluruhan, bursa saham Indonesia memang masih dihadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 72,893 poin (1,61%) ke level 4.466,037.

5 dari 5 halaman

Sektor Industri dan Properti Paling Terdampak

Semuanya indeks sektoral terkoreksi. Sektor properti dan industri aneka paling terpukul. Indeks sektor properti merosot 2,80 persen dan industri aneka 2,46 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menanjak Rp625, PRDA Rp200, INDS Rp130, MERK Rp90, dan DUCK Rp88.

Sebaliknya, harga saham POLL melorot Rp750, INTP Rp325, GMTD Rp275, UNTR Rp275, dan TGKA Rp200.

Pada 16.33, rupiah melemah terhadap dolar AS. Mata uang dolar AS menguat 87 poin (0,53%) ke level Rp16.424 per dolar AS.

Beri Komentar