Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Seorang Wanita Hendak Membeli Makanan Halal. (Foto: Macaulay.cuny.edu)
Dream – Industri makanan halal masih jauh dari potensi yang bisa diraihnya. Tak hanya itu, industri ini belum menjadi leader untuk industri yang berkualitas dan industri yang menguntungkan.
CEO Halal Food Authority di Inggris, Saqib Mohammed, mengatakan pasar makanan halal berpeluang meningkat menjadi US$5 triliun, sekitar Rp65.161 triliun.
“Kita hanya bekerja di pengolahanan makanan dan standardisasi. Meskipun demikian, banyak potensi di sektor logistik, ritel, transportasi, menu restoran, dan industri makanan lainnya,” kata Saqib dalam acara “Global Islamic Economy Summit” di Dubai, Uni Emirat Arab dilansir dari Saudi Gazette, Jumat 13 Oktober 2016.
Saat ini, dia mengatakan, Muslim di seluruh dunia telah membelanjakan uang sebesar US$1,1 triliun (Rp14.335 triliun) per tahun dan makanan halal hanya 17 persen. Diprediksi pula makanan yang dikonsumsi senilai US$450 miliar (Rp5.864 triliun) yang telah disertifikasi.
Bagaimana pun juga negara yang mayoritas penduduknya adalah orang Islam ini sangat bergantung kepada impor produk makanan. Negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengimpor 50 persen produk tanaman, 32 persen makanan olahan, dan 18,5 persen produk hewan.
Managing Director Dinar Standard di Uni Emirat Arab, Rafiquddin Shikor, mengatakan ada peluang yang lebih besar lagi daripada membuat sertifikasi halal, yaitu membuat nilai tambah untuk makanan halal.
“Halal berkaitan dengan kata ‘thayib’, tapi tidak selesai sampai di sini. Ada tren global tentang produk yang sehat dan aman. Ketika mendapatkan sertifikat dasar, kita bisa meningkatkan standar halal dan thayib. Kita masih jauh,” kata Rafiquddin.
Lantas apa? Dia mencontohkan menu makanan halal di restoran masih absen di negara yang mayoritas penduduknya Muslim dan di dunia.
“Inovasi produk itu penting,” kata Rafiquddin.(Sah)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari