Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Chief Of Product Proposition & Sharia FWD Life Ade Bungsu , Anggota Dewan Pengawas Syariah FWD Life Agus Siswanto ; Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah (IKNB) Moch.Muchlasin ; Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Taufik Marjun
Dream - Industri keuangan syariah Indonesia terus menggeliat. Selain bisnis keuangan, model bisnis syariah mulai menjamur di sektor travel dan lifestyle. Diantara sekian banyak jenis bisnis syariah yang berkembang, Indonesia menyimpan satu potensi bisnis besar.
Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah optoritas Jasa Keuangan, Mochamad Muchlasin, menganggap peluang bisnis tersebut ada di industri asuransi syariah yang dianggap memiliki prospek cerah di masa depan.
"Penetrasi pasar masih rendah," kata Muchlasin dalam acara "Menakar Prospek Asuransi Jiwa Syariah di Tengah Dinamika Ekonomi 2017" di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa 8 November 2016.
Dia mengatakan, kinerja asuransi syariah akan semakin berkembang pada 2017 dan menjadi pilihan proteksi dan investasi bagi masyarakat.
Data per Agustus 2016, penetrasi asuransi syariah baru mencapai 0,078 persen sedangkan densitasnya Rp35.691. Rendahnya penetrasi dan densitas asurasi jiwa syariah ini tidak lepas dari sejumlah tantangan seperti keterbatasan modal, kapasitas sumber daya manusia inovasi produk, dan literasi.
Muchlasin mengatakan OJK akan mendukung industri dan pelaku usaha untuk mengembangkan asuransi syariah. Selain dengan pelatihan, otoritas keuanga ini juga mendorong asuransi syariah sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia.
"Pengembangan asuransi syariah sebagai gaya hidup berbasis komunitasi," kata dia.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia, Taufik Marjunihadi, mengaku perlu ada kerja sama antara industri dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan sosialisasi tentang prospek bisnis industri asuransi jiwa syariah.
Dalam tiga tahun terakhir, dikatakan bahwa ada 90,4 persen masyarakat Indoesia yang tidak tahu asuransi syariah. Hanya ada 9,6 persen yang tahu asuransi ini. Kerja sama kedua belah pihak ini akan menciptakan sinergi dan peluang bagi industri asuransi syariah untuk berkembang.
"Para pelaku industri juga lebih dituntut untuk meningkatkan inovasi produk asuransi jiwa syariah dengan jalur distribusi alternatif yang mampu memeuhi kebutuhan masyarakat," kata Taufik.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya