Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Apa Dengan Indeks Syariah Hari Ini?
Dream - Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) lolos dari tekanan jual meski mencetak kenaikan tipis. Tekanan sentimen global seiring memanasnya perang datang Cina dan Amerika Serikat kembali membuat pelaku pasar menahan diri terjun ke lantai bursa.
Kenaikan indeks JII sayangnya tak berhasil diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal menembus zona hijau pada penutupan perdagangan harian, Selasa, 3 April 2018.
ISSI turun tipis 0,015 poin (0,01%) ke level 185,009. Indeks ISSI bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh zona positif dengan level tertinggi di 185,396 dan terendah di 183,964.
Meski separuh penghuninya ditutup melemah, indeks bluechips syariah, JII, menguat tipis 0,235 poin (0,03%) ke level 714,305. Awalnya, indeks JII dibuka melemah di level 710,316 namun aksi beli jelang penutupan berhasil mendorongnya masuk teritori positif.
Dengan sentimen global yang kurang menguntungkan, transaksi perdagangan saham syariah kembali berkurang. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat 46,24 juta saham berpindah tangan dengan nilai transaksi Rp3,15 triliun.
Pemodal asing masih mencatat nilai jual bersih namun dengan jumlah yang mulai berkurang. Di jajaran JII, nett sell asing mencapai Rp213 miliar dan sedikit berkurang untuk indeks ISSI yang mencapai Rp183 miliar.
Investor mengerem langkahnya untuk melantai di bursa. Mereka hanya senang bermain saham di tiga indeks sektoral, yaitu industri aneka, properti, dan perdagangan. Ketiga indeks ini menanjak masing-masing 1,23 persen, 0,28 persen, dan 0,04 persen.
Sementara indeks barang konsumsi mencatat koreksi 0,83 persen, pertanian 0,53 persen, dan manufaktur 0,34 persen.
Harga saham LPPF menjadi top gainer indeks JII dengan mengaut Rp375, disusul SMGR Rp275, INCO Rp130, ASII Rp125, dan PGAS Rp80.
Sebaliknya, harga INDF merosot Rp200, ICBP Rp150, UNVR Rp100, EXCL Rp70, dan UNTR Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 27 poin (0,2%) ke level Rp13.749 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya