Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Indeks JII Dan ISSI Menguat Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini, Rabu 16 Agustus 2017.
Dream - Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-72, indeks syariah menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia, Rabu, 16 Agustus 2017 dengan semangat. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) seharian ini bergerak menguat.
Sentimen dari aksi konsolidasi serta beberapa indeks regional yang menguat mendorong pelaku pasar terus melantai. Ditambah dengan aksi beli yang masih dilakukan pemodal asing.
ISSI menutup perdagangan jelang libur Hari Kemerdekaan ini dengan menguat 1,130 poin (0,61%) ke level 186,802. ISSI bertahan di zona hijau selama perdagangan sejak dibuka menguat ke level 185,997.
Indeks keping biru syariah, JII tak mau kalah. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ditutup naik 4,465 poin (0,6%) ke level 751,7151 meski sempat terpeleset dan melemah ke level terendah 745,942.
Meski volume transaksi berkurang, nilai perdagangan saham syariah mengalami kenaikan. Dengan 46,8 juta saham yang beralih tangan, transaksi jual beli saham syariah mencetak angka Rp 3,5 triliun.
Pemodal asing masih tetap melakukan aksi beli dengan mencetak nett buy Rp 57 miliar pada saham-saham ISSI. Namun agak mengendur di jajaran saham-saham bluechips syariah dengan total nilai beli bersih Rp 17,16 miliar.
Sektor barang konsumsi dan manufaktur incaran para investor. Kedua indeks sektoral ini menjadi motor penggerak bursa saham usai meroket 3,46 persen dan 2,16 persen.
Sementara emiten sektor pertambangan harus terkoreksi 0,28 persen. Begitu pula dengan perdagangan yang turun 0,17 persen dan industri dasar 0,02 persen.
UNVR menjadi emiten bluechip syariah yang paling banyak diburu investor. Harga sahamnya melesat Rp1.050, diikuti oleh ICBP Rp275, AALI Rp125, SMGR Rp100, dan INDF Rp50.
Sebaliknya, emiten top loser-nya adalah TPIA yang harga sahamnya anjlok Rp1.375, LPPF Rp225, UNTR Rp200, AKRA Rp100, dan WSKT Rp40.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah justru melemah 4 poin (0,03%) ke level Rp13.365 per dolar AS.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya