Investor Lokal Borong Saham, Indeks Syariah Menguat Seharian

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 8 Agustus 2017 16:48
Investor Lokal Borong Saham, Indeks Syariah Menguat Seharian
Ada empat sektor yang menjadi motor perdagangan.

Dream – Indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mencetak rebound setelah terpuruk dalam beberapa hari terakhir. Melantainya pemodal lokal membawa Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) melesat di menit-menit akhir perdagangan. 

Aksi beli pemodal lokal ini sanggup menahan gempuran asing yang masih saja melakukan aksi jual saham meski dengan nilai yang mulai berkurang. 

Dikutip dari data perdagangan Kiwoom, Selasa, 8 Agustus 2017, indeks ISSI menutup perdagangan harian BEI, Selasa 8 Agustus 2017, dengan menguat 1,460 poin (0,8%) ke level 183,981.

Tak seperti kemarin, indeks ISSI bergerak seharian di zona positif usai dibuka menguat di level 182,633 dan menyentuh level tertinggi di 183,961.

Gairah positif juga dialami indeks keping biru syariah, JII yang menanjak 7,921 poin (1,08%) ke level 743,416. Indeks tak beranjak dari zona positif sejak pembukaan perdagangan di level 736,486 dan berada di titik tertinggi di level 743,416.

Meski menguat, transaksi perdagangan saham syariah relatif normal bahkan berkurang dari perdagangan kemarin. Dengan 34,12 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,15 triliun. 

Pemodal asing memng masih mencetak nett sell namun dengan nilai yang sudah turun drastis. Nilai jual bersih asing pada saham-saham syariah mencapai Rp 40 miliar. 

Investor berbondong-bondong berburu saham-saham di sektor infrastruktur yang menanjak 1,47%, barang konsumsi (1,44%), keuangan (1,39%), dan manufaktur (1,15 persen).

Hanya satu indeks yang melemah, yaitu pertambangan, dengan koreksi 0,48 persen. Namun, pelemahan satu indeks ini tidak berpengaruh signifikan terhadap perdagangan.

Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang dilirik investor adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp500, UNVR Rp350, AALI Rp250, INDF Rp200, dan TPIA Rp175.

Sebaliknya, emiten-emiten yang top loser adalah PTBA yang harga sahamnya turun Rp200, SMGR Rp75, dan PPRO Rp2.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 20 poin (0,15%) ke level Rp13.301 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar