Perkasa di Awal Sesi, Indeks Syariah Loyo Jelang Penutupan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 16 Oktober 2019 17:20
Perkasa di Awal Sesi, Indeks Syariah Loyo Jelang Penutupan?
Bagaimana juga dengan rupiah?

Dream - Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak kuasa menahan aksi jual jelang penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 16 Oktober 2019. Padahal ISSI memulai awal sesi dengan laju cukup perkasa.

Tekanan jual di sesi kedua perdagangan, membuat ISSI berbalik ke zona negatif hingga sesi penutupan. 

ISSI menutup perdagangan hari ini dengan melemah tipis 0,016 poin (0,01%) ke level 188,680. Di awal pembukaan, ISSI mengawali transaksi jual beli dengan melaju positif ke level 188,883.

Tren penguatan ISSI ini hanya berlangsung 1,5 jam. Tekanan jual yang terjadi membuat ISSI perlahan-lahan melaju ke zona negatif dan menutup perdagangan sesi pertama di zona merah.

Penguatan tak lagi terjadi sesi kedua perdagangan. ISSI hanya bergerak fluktuatif di zona merah dengan penguatan tipis. 

Berbeda dengan ISSI, dua indeks bluechips syariah berhasil menahan laju pelemahan. Jakarta Islamic Index (JII), naik tipis 0,062 poin (0,01%)ke 679,501. Sementara Indeks JII70 sedikit naik lebih tinggi sebesar 0,243 poin (0,10%) ke level 231,388.

Laju dua indeks bluechips syariah ini berjalan seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat. IHSG naik 11,426 poin (0,19%) ke level 6.169,592.

1 dari 5 halaman

Rupiah Terangkat atau Tersungkur?

Dari sepuluh sektor pembentuk IHSG, ada lima yang terangkat, yaitu keuangan sebesar 0,62 persen, properti 0,57 persen, industri dasar 0,32 persen, manufaktur 0,13 persen, dan barang konsumsi 0,12 persen.

Sebaliknya, sektor pertambangan terkoreksi 0,68 persen, pertanian 0,46 persen, infrastruktur 0,43 persen, industri aneka 0,21 persen, dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham UNVR naik Rp850, KINO Rp280, INTP Rp275, SMGR Rp250, dan CMNP Rp200.

Sementara itu, yang menjadi top loser kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya terkoreksi Rp550, ITMG Rp325, TCPI Rp225, BTPS Rp220, dan AALI Rp100.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Pada 16.31, nilai tukar rupiahnya merangkak naik 14 poin (0,09%) ke level Rp14.152.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Menanjak Meski Neraca Perdagangan Defisit

Dream - Indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat jelang akhir perdagangan meski muncul sentimen negatif dari dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui telah merilis neraca perdagangan Indonesia pada September 2019 yang mencatat defisit US$160,5 juta.

Pelaku pasar cukup percaya diri melantai di bursa saham setelah mendengar sentimen positif dari meredanya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok. Sentimen positif juga hadir dari tren penguatan jangka pendek. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 15 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), naik 0,674 poin (0,36%) ke level 188,696. ISSI terus menanjak setelah menguat di 187,974.

 

 

Laju ISSI sebetulnya tak mulus di awal sesi pembukaan. Beberapa kali indeks syariah ini terpeleset ke zona merah.

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga tumbuh lebih tinggi sebesar 2,561 poin (0,38%) ke level 679,439.

Kenaikan juga dinikmati indeks JII70 terangkat 0,772 poin (0,33%) ke level 231,145.

Meski terseok-seok di awal sesi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berhasil naik di sesi penutupan. Naik 31,289 poin (0,51%), IHSG naik  ke level 6.158,166.

3 dari 5 halaman

Indeks Industri Dasar dan Manufaktur Meroket

Sebagian besar indeks sektoral menguat. Investor ramai-ramai membeli saham industri dasar dan manufaktur. Hal ini membuat indeks sektor industri dasar meroket 2,81 dan manufaktur 1,07 persen.

Indeks sektor pertanian merosot 0,27 persen, pertambangan 0,21 persen, dan industri aneka 0,20 persen.

Emiten-emiten penghuni top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya melejit Rp650, SMGR Rp250, UNVR Rp250, ISAT Rp220, dan LPPF Rp220.

Sebaliknya, yang mendekam di posisi top loser adalah TCPI yang harganya terkoreksi Rp300, PDES Rp235, ICBP Rp225, DUTI Rp150, dan INCO Rp150.

Pada 16.30, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Kurs dolar AS turun tipis 7 poin (0,05%) ke level Rp14.132 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Sempat Tertekan, Indeks Syariah Naik Tipis di Awal Pekan

Dream - Harapan akan adanya kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, mendorong pelaku pasar melakukan aksi spekulatif. Saham-saham selektif yang diborong investor mendorong indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak menguat di awal pekan ini. 

Sedikit kabar baik muncul dari isu Perang Dagang AS-Tiongkok. Dikabarkan Amerika Serikat sepakat menunda kenaikan tarif hingga 30 persen terhadap barang Tiongkok yang seharusnya berlaku 15 Oktober 2019. Namun isu tersebut ditanggapi hati-hati oleh pelaku pasar

Sentimen positif ini juga disambut pasar modal syariah yang hingga akhir pekan lalu masih bergerak fluktuatif.

 

 

Pada penutupan perdagangan, Senin, 14 Oktober 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,084 poin (0,04%) ke level 188,022. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 188,602.

Namun di sesi kedua, ISSI mengalami tekanan cukup kuat. Sempat menyentuh level tertinggi di 189,258, ISSI terseret ke level terendah 187,021 namun berhasil naik tipis di sesi penutupan.

Penguatan juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang menanjak 4,167 poin (0,62%) ke 676,878. Sementara Indeks JII70 terangkat 1,325 poin (0,58%) ke level 230,373.

Adanya aksi beli investor mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 21,077 poin (0,34%) ke level 6.126,877.

5 dari 5 halaman

Investor Masih Menunggu?

Pasar tak terlalu ramai oleh investor. Para penanam modal mengurungkan niatnya untuk melantai di bursa.

Sektor manufaktur menguat 0,82 persen, barang konsumsi menguat 0,66 persen, keuangan 0,59 persen, dan keuangan 0,59 persen.

Sektor properti terkoreksi 0,29 poin dan pertanian 0,17 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harga sahamnya meningkat Rp725, ISAT Rp360, UNVR Rp325, UNTR Rp300, dan SMGR Rp275.

Sebaliknya, harga saham DUTI melorot Rp1.350, FIRE Rp160, KINO Rp130, TCPI Rp125, dan BYAN Rp1900.

Pada 16.28, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah. Kurs dolar AS menguat 40 poin (0,28%) ke level Rp14.177 per dolar AS.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone