Tak Terjadi di Negara Lain! 100% Payung Sewa di Jepang Dikembalikan Peminjamnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 8 April 2019 10:15
Tak Terjadi di Negara Lain! 100% Payung Sewa di Jepang Dikembalikan Peminjamnya
Padahal, payung ini disewa seharian seharga Rp8 ribuan, lho.

Dream – Akhir 2018, perusahaan di Jepang merilis platform untuk berbagi payung. Mereka yang ingin menggunakan payung, harus menyewanya terlebih dahulu melalui aplikasi LINE.

Berstatus sewa, tentu saja si peminjam berkewajiban mengembalikan payung tersebut ke si pemiliknya. Di sinilah orang Jepang sekali lagi menunjukan kelebihannya soal budaya masyarakat.

Tingkat pengembalian payung penduduk Jepang ternyata mencapai 100 persen! Pencapaian ini tak pernah terjadi di negara lain yang memiliki sistem serupa.

Dikutip Dream dari World of Buzz, para pengguna jasa sewa payung ini harus menambahkan iKasa sebagai teman di LINE. Lewat sebuah tombol yang telah disediakan, mereka baru bisa menyewa payung.

Sebelum bisa menyewa, si peminjam harus terlebih dahulu melengkapi fitur scan QR agar bisa menggunakan payungnya itu.

Dalam sehari, para penyewa payung akan dikenakan tarif 70 yen atau sekitar Rp8.849. Biaya ini ditarik dari kartu kredit yang telah didaftarkan.

Kalau pelanggan lupa mengembalikannya, penyewa akan dikenakan denda sebesar 420 yen atau Rp53.096. Setelah membayar denda, mereka bisa menyimpan payung itu dan tak perlu mengembalikannya.

1 dari 1 halaman

Di Malaysia, Payung Malah Tak Kunjung Kembali

Sistem sewa payung ini telah berjalan selama beberapa bulan. Manajemen melaporkan tingkat pengembalian sewa payung itu sebesar 100 persen.

Menariknya, orang-orang di luar Jepang, seperti Tiongkok, Hong Kong, dan Malaysia, menerapkan sistem sewa payung. Tapi, tak berjalan baik seperti di Negeri Sakura.

Sekadar informasi, pada 2018, pengembang properti Aspen Group di Malaysia menyediakan 4 ribu payung gratis di 12 halte bus dan 5 sekolah di Penang. Barang ini disediakan agar masyarakat bisa melindungi diri dari sinar matahari dan hujan.

Sayangnya, ribuan payung itu justru hilang dan tidak dikembalikan oleh masyarakat yang menyewanya.

Kira-kira kalau diterapkan di Indonesia, ada yang mengembalikan payung sewaan itu tidak ya?

(Sah, Laporan: Ratih Permata Sari)

Beri Komentar