Presiden Jokowi Memberikan Sambutan Pada Pertemuan Awal Tahun Pelaku Industri Keuangan, Di Istana Negara, Jakarta. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tahun ini tidak ada pihak yang pesimistis terhadap perekonomian Indonesia. Dia mengharapkan tantangan sebanyak apa pun harus dihadapi dengan rasa optimistis.
“ Ini masalah psikologis. Dunia juga sama. Kalau pemimpin-pemimpinnya tidak memberikan rasa optimis, bagaimana rakyatnya,” kata Jokowi di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Jumat 13 Januari 2017.
Dia bersyukur pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang baik di tengah-tengah krisis Yunani, peristiwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa (British Exit/Brexit), turunnya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, dan ketidakpastian global pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden baru Amerika Serikat.
“ Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi negara kita tahun 2016, data terakhir yang saya peroleh memang masih untuk triwulan 1, triwulan 2, triwulan 3, triwulan 4 belum saya terima. Jadi belum bisa menyampaikan berapa pertumbuhan ekonomi 2016. Tetapi, paling tidak pada triwulan yang kedua dan ketiga 5,18 dan 5,02 adalah sebuah angka yang patut kita syukuri,” kata dia.
Jokowi menjelaskan, apabila dibandingkan dengan negara-negara yang lain terutama untuk G-20, Indonesia masih pada urutan yang ke-3 setelah India dan Tiongkok. Artinya, Indonesia pada posisi yang sangat baik. Meskipun demikian, dia mengingatkan peringkat pun harus terus diperbaiki.(Sah)