Jumlah Investor Pasar Modal Syariah Meroket 1.644 Persen

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 19 Maret 2019 15:12
Jumlah Investor Pasar Modal Syariah Meroket 1.644 Persen
Peningkatan ini terjadi selama lima tahun. Kok bisa, ya?

Dream – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan jumlah investor pasar modal syariah meningkat signifikan selama 2014—2019. Angkanya naik 1.644 persen dari 2.075 investor pada 2014 menjadi 47.165 investor pada Februari 2019.

Data ini berasal dari Anggota Bursa Penyedia Layanan Sharia Online Trading System (AB-SOTS).

“ Selama lima tahun terakhir, jumlah investor saham syariah di pasar modal syariah di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” kata Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, di Jakarta, Senin 18 Maret 2019.

Inarno mengatakan tingkat keaktifan investor syariah mencapai 40 persen. Meningkatnya jumlah investor dan keaktifan di pasar modal syariah, kata dia, berkat upaya BEI mengedukasi masyarakat tentang pasar modal syariah.

“ Meningkatnya pertumbuhan jumlah investor syariah tersebut merupakan konsistensi dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai investasi pasar modal syariah ke berbagai lapisan masyarakat di Indonesia,” kata dia.

Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fadilah Kartikasasi, mengatakan pihaknya membangun sinergi agar pasar modal syariah tumbuh, stabil, dan berkelanjutan. Sinergi ini mengacu kepada roadmap 2015—2019.

Misalnya, menguatkan pengaturan atas produk, lembaga, dan profesi terkait pasar modal syariah, meningkatkan supply and demand pasar modal syariah, serta mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi informasi.

“ Yang terakhir, koordinasi dengan pemerintah dan regulator terkait dalam rangka menciptakan sinergi kebijakan pengembangan pasar modal syariah,” kata dia.

(ism, Laporan: Tri Yuniwati Lestari)

1 dari 2 halaman

Pasar Modal Syariah Indonesia Makin Berkembang, Ini Datanya

Dream – Pasar modal syariah di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Ketua Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, (OJK), Hoesen berharap pelaku industri pasar keuangan ini tetap harus mewaspadai potensi tantangan di tahun-tahun mendatang.

“ Pada tahun 2018, industri pasar modal syariah terus berkembang,” kata Hoesen di Jakarta, Rabu 5 Desember 2018.

Data OJK menunjukan Daftar Efek Syariah (DES) hingga per 23 November 2018 telah berisi 407 saham. Daftar ini berlaku per 1 Desember 2018.

“ Jumlah ini meningkat 6,5 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2017 yang sebanyak 382 saham,” kata dia.

Jumlah saham di daftar Indeks Saham Syariah Indonesia sebanyak 391 saham dan meningkat 7,1 persen secara year to date (YTD).

Sayangnya peningkatan ini tak bisa diikuti kapitalisasi pasar yang justru menurun 3,7 persen menjadi Rp3.567 triliun pada akhir November 2018.

Untuk produk keuangan syariah, OJK mencatat jumlah sukuk outstanding per 30 November 2018 tumbuh 36,7 persen YTD dengan nilai yang naik 45,2 persen. Saat ini, terdapat 108 sukuk korporat yang nilainya mencapai Rp22,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan outstanding pada tahun 2017 dengan jumlah 79 sukuk dan nilai Rp15,7 triliun.

Peningkatan juga terjadi pada instrument reksa dana syariah. Jumlah reksa dana syariah meningkat 21,4 persen YTD dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) meningkat 19,8 persen.

Sebanyak 221 reksa dana syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan NAB sebesar Rp33,9 triliun.

2 dari 2 halaman

Temui Tantangan

Peningkatan tersebut diharapkan terus dijaga salah satunya dengan mengantisipasi tantangan yang bisa menghadang. Menurut Hoesen, pasar modal syariah masih akan menghadapi tantangan dari domestik dan eksternal sepanjang 2018 dan menuju 2019. 

Tantangan eksternal berupa rencana bank sentral Amerika Serikat yang menaikkan suku bunganya menjadi 2,25 persen dan faktor perang dagang. Sedangkan dari domestik, Indonesia menghadapi tantangan berupa defisit neraca transaksi berjalan.

Hoesen mengatakan perlu ada kerja sama untuk menghadapi tantangan itu. “ Diperlukan kerja sama antar berbagai stakeholders untuk mengeksplorasi instrumen-instrumen baru dan mengembangkan basis investor pasar modal syariah,” kata dia.

(Sah, Laporan: Ava Haprin)

Beri Komentar