Mal Boleh Kembali Beroperasi, Tapi...

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 2 Juni 2020 17:34
Mal Boleh Kembali Beroperasi, Tapi...
Dalam penerapannya, pengunjung mal akan dibatasi dengan kapasitas maksimal 40 persen.

Dream - Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, mengatakan bahwa masih ada kekurangan dalam jaminan keamanan dari Covid-19 terkait dengan pembukaan kembali pusat-pusat perbelanjaan. Menurut dia, masih perlu jaminan berupa sertifikasi yang harus selalu di-update.

" Pemerintah sampai saat ini belum mengeluarkan sertifikat untuk mal-mal layak dikunjungi nantinya saat mulai dibuka. Sertifikat itu menyangkut untuk para petugas maupun penjual yang berada di mal terjamin bebas dari Covid-19," ujar Trubus, dikutip dari , Selasa 2 Juni 2020.

Pemerintah memang telah mengizinkan mal kembali beroperasi dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020, tanggal 28 Mei 2020 perihal Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang dilakukan pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal.

Dalam penerapannya, pengunjung mal akan dibatasi dengan kapasitas maksimal 40 persen. Seluruh petugas mal juga diwajibkan mengikuti tes PCR atau rapid test guna membuktikan bebas dari Covid-19 serta kewajiban menggunakan masker.

Namun, menurut Trubus, sertifikasi mal perlu dilakukan sebagai langkah awal memberikan jaminan kesehatan bagi para pengunjung, pembeli, serta upaya menghindari adanya kluster penyebaran baru.

" Dalam hal ini yang memberikan sertifikat itu pemerintah daerah, Gugus Tugas dan harus selalu di update dan evaluasi. Ya memang, belum ada formula pastinya harus seperti apa. Tapi kalau secara teknis kita bisa contoh supermarket yang sudah berjalan selama kemarin kan," katanya.

1 dari 3 halaman

Mendag Perbolehkan Mal Beroperasi

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan bahwa pembukaan aktivitas perdagangan dapat dilaksanakan di daerah atau wilayah zona hijau dengan angka reproduksi virus kategori Rt < 1. Saat ini ada sekitar lebih dari 100 daerah zona hijau (kabupaten/kota) di 8 provinsi, yakni Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau.

Kondisi ini bisa bertambah atau berkurang tergantung tingkat kepatuhan dari seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah diterapkan. Evaluasi dan penentuan status wilayah tersebut ditetapkan oleh GUGUS TUGAS COVID-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah setempat.

" Saat ini daerah yang siap dibuka adalah Semarang, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat yang berada di sekitar Jakarta dengan kontribusi ekonomi yang signifikan. Hal itu berdasarkan hasil Analisis Trend (KSP) dan analisis per kelurahan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat," kata Agus, dalam keterangan tertulis, Sabtu 30 Mei 2020.

2 dari 3 halaman

Adapun jenis aktivitas perdagangan yang akan mulai dibuka dalam 'new normal', meliputi pasar rakyat, toko swalayan termasuk minimarket, supermarket, hypermarket, Department Store, restoran/rumah makan/warung makan, kafe, toko obat farmasi dan alat kesehatan, mal atau pusat perbelanjaan, restoran di Rest Area, salon/Spa, tempat hiburan/pariwisata.

" Pembukaan aktivitas perdagangan itu disesuaikan dengan fasenya. Pada fase tertentu misalnya pusat perbelanjaan baru bisa dibuka,dengan jam operasional dan jumlah pengunjung yang dibatasi secara bergilir setiap tiga jam," katanya.

3 dari 3 halaman

Diperlukan Sanksi Tegas

Agus juga menegaskan jika pengoperasian mal bisa berhasil dan tidak menjadi kluster penyebaran Covid-19 ada pada kesadaran masyarakat (pengunjung maupun pembeli), bukan dari protokol aturannya.

" Karena jika penerapannya nanti pengunjungnya bandel, ya pasti susah juga apalagi jika hanya mengandalkan sekuriti itu kewalahan pasti. Maka gunanya diturunkan TNI dan Polri untuk mengedukasi masyarakat," katanya.

Oleh sebab itu, tambah Agus, perlu adanya sanksi yang tegas berupa denda bagi para pengunjung mal yang melanggar aturan-aturan telah berlaku sesuai protokol kesehatan.

" Perlu adanya sanksi denda yang melanggar langsung ditindak tegas, jangan dikenakan sanksi sosial itu bisa melebar ke mana-mana dan engga efektif juga," ungkapnya.

" Jadi memang mal sudah bisa buka dengan syarat penerapan protokol yang sengat ketat, kemudian harus diperhatikan yakni zona penyebaran. Jika hijau boleh buka, kuning itu harus hati-hari dan bertahap membukanya, sedangkan merah jangan sampai dibuka sangat berbahaya," lanjut Agus.

Beri Komentar