Tingkatkan Layanan Haji, Kemenag dan BPKH Pertajam Kerjasama

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Maret 2020 19:11
Tingkatkan Layanan Haji, Kemenag dan BPKH Pertajam Kerjasama
Salah satunya mengenai kerja sama pertukaran data jemaah haji.

Dream - Kementerian Agama bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersepakat untuk meningkatkan layanan penyelenggaraan ibadah haji.

Kerja sama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Menag, Fachrul Razi dan Kepala BPKH, Anggito Abimanyu.

" Sebenarnya kerjasama ini sudah berlangsung lama, tapi acap kali tidak terlalu tajam lah, kadang-kadang kalau ketemu kita kelola, apa yang masalah kita pecahkan bersama," ucap Menteri Agama Fachrul Razi di Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu 4 Maret 2020.

Lewat kerja sama ini, kedua belah pihak akan membentuk kelompok kerja untuk mempertajam tanggung jawab di masing-masing bidang. Semua demi membuat jemaah haji lebih nyaman.

" Mudah-mudahan ke depannya jadi lebih baik dan kita bagaimana caranya membuat jemaah lebih fokus pada ibadahnya dan bisa mendapatkan pelayanan yang semestinya ia dapatkan," tambah Fachrul. 

Nota kesepahaman tersebut mengatur mengenai hubungan kelembagaan dan prioritas kegiatan kemaslahatan. Kemudian pemberian masukan terkait penyusunan perhitungan pengeluaran penyelenggaraan haji.

Diatur juga mengenai kebijakan akuntansi dan sistem pelaporan untuk pengeluaran penyelenggaraan ibadah haji untuk Kemenag dan BPKH.

Juga mengenai integrasi data serta sistem yang berkaitan dengan jemaah haji, serta pengembalian dana.

Laporan: Raissa Anjanique Nathania

1 dari 5 halaman

Nasib Jemaah Haji Terkait Pelarangan Umroh

Dream - Arab Saudi melarang dan membekukan sementara pengajuan umroh. Kondisi ini dilatarbelakangi wabah virus corona, Covid-19.

Menteri Agama, Fachrul Razi belum mengetahui hingga kapan pelarangan ini berakhir. “ Kalau tanggalnya berapa belum ada kepastian, kita tunggu saja,” ujar Fachrul, di Jakarta, 2 Maret 2020.

Saat ini, kata dia, pemerintah hanya bisa menunggu konfirmasi dari pihak Arab Saudi.

“ Persiapan haji sementara ini jalan terus aja, mudah-mudahan nggak ada perubahan,” kata dia.

Sementara itu, kata Fachrul, persiapan untuk ibadah haji masih terus berjalan meski pelarangan dari Arab Saudi belum diketahui hingga kapan. Pemerintah berharap larangan tersebut tidak mengganggu persiapan ibadah haji.

Laporan: Cindy Azari

2 dari 5 halaman

KJRI: Jemaah Umroh Asal Indonesia di Saudi Bisa Beribadah

Dream - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi mengatakan, jemaah asal Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi tetap bisa menjalankan ibadah umroh sesuai rencana.

“ Sesuai pantauan KJRI Jeddah di wilayah kerja, jemaah umrah WNI yang telah tiba pada 27 Februari 2020 hingga menjelang tengah malam, baik melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, langsung dapat menjalankan ibadah umrah sesuai rencana,” kata Konsul Jenderal, Eko Hartono, Jumat 28 Februari 2020.

Eko mengatakan, tidak terdapat jemaah umroh WNI yang dinyatakan terdampak virus corona, Covid-19, saat kedatangan.

KJRI juga mengimbau kepada seluruh jemaah umrah Indonesia agar tetap tenang menyelesaikan ibadah umroh tanpa terganggu adanya isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Jemaah umroh diminta melakukan pengecekan melalui Perwakilan RI di Arab Saudi.

“ Juga terus menjaga kesehatan fisik selama melaksanakan ibadah umrah,” kata dia.

Eko menuturkan, hingga saat ini belum ada keputusan apapun yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi terkait rencana pencabutan status penangguhan sementara akses masuk WN Asing ke wilayah Arab Saudi.

“ Belum ada keputusan resmi apa pun yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi,” ucap dia.

KJRI Jeddah pun membuka layanan hotline yang dapat diakses pada nomor: +966503609667.

“ KJRI Jeddah akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan agar jemaah umrah WNI di Arab Saudi dapat melaksanakan ibadah umrah dengan lancar,” ujar dia.

3 dari 5 halaman

Saudi Setop Visa Umroh Akibat Corona, Kemenag Bakal Sidak Bandara

Dream - Arab Saudi menangguhkan sementara pemberian visa untuk jemaah umroh. Penangguhan ini untuk mengantisipasi sebaran virus corona, Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin, mengatakan Kementerian Agama, menghormati keputusan Arab Saudi mengantisipasi Covid-19.

" Meminta semua jemaah umroh Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali," ucap Ubadillah, Kamis, 27 Februari 2020.

Ubaidillah mengatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah meminta jajarannya untuk menggelar sidak ke bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang bisa terkena penangguhan.

Ubaidillah juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jemaahnya.

" Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini dihentikan," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Kemenag Menunggu Info Lanjutan

Saat ini, berdasarkan laporan dari pengawasan bandara sejumlah maskapai penerbangan masih terbang sesuai jadwal.

" Kementerian Agama menunggu info lanjutan di atas dari pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Dilaporkan Arab News, Kementerian Kesehatan Saudi telah memberikan saran dan pedoman untuk pengendalian penyakit menular Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Hani bin Abdul Aziz Jokhdar, mengatakan, pedoman tersebut didasarkan pada pengalaman Arab Saudi dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan peziarah selama musim haji.

5 dari 5 halaman

Menlu Upayakan WNI di Saudi Bisa Umroh

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengupayakan agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang dalam perjalanan dan sudah di Arab Saudi, dapat melaksanakan ibadah umroh.

Retno mengatakan menghubungi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, terkait kebijakan tersebut.

Dia mengakui, kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak Arab Saudi berdampak terhadap WNI yang sudah terlanjur berpergian untuk umroh.

" Saya tadi menyampaikan apakah bisa untuk yang sudah terbang itu dan akan segera mendarat waktu tadi waktu saya bicara itu pukul 08.00 waktu Saudi," kata Retno, Kamis, 27 Februari 2020.

" Kiranya yang sudah terlanjur landing itu dapat diperkenankan untuk umrah," ucap dia.

Retno belum mengetahui berapa jumlah WNI yang hendak dan sudah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Pemerintah mempersilakan apabila Arab Saudi melakukan pemeriksaan kesehatan ke jemaah umroh Indonesia.

" Katakanlah ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan dan sebagainya kita serahkan tapi sekali lagi kita belum mendapatkan informasi," ucap dia.

Beri Komentar