Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Gurihnya Bisnis Makanan Halal Menarik Perhatian Dunia, Termasuk Kawasan Mediterania. (Ilustrasi Makanan Halal)
Dream – Potensi bisnis makanan halal membuat dunia tertarik. Salah satunya adalah kawasan Mediterania. Para pakar pun menyarankan negara di kawasan ini segera mempromosikan pasar halalnya supaya tidak “ketinggalan kereta”.
Dilansi dari Al Bawaba, Senin 5 Desember 2016, sebuah perusahaan riset berbasis di New York, Amerika Serikat, Dinar Stadard, menyatakan industri makanan halal global diprediksi akan naik 17 persen dari US$1 triliun (Rp13.481,85 triliun) pada 2012 menjadi US$1,6 triliun (Rp21.570,91 triliun) pada 2018.
Kepala Halal Institute, Isabel Romero, mengatakan, prodouk halal ini diminati karena sudah teruji keamanan dan kesehatannya. Tak hanya itu, bisnis halal memegang peran penting dalam perdagangan internasional.
“Anda mungkin berpikir makanan halal hanya menargetkan orang Islam. Tapi, di Spanyol lebih dari 30 persen konsumen produk halal bukanlah orang Islam,” kata Romero dalam acara “Mediteranian Economic Conference”.
Jika ingin mengambil “kue” pasar halal, negara kawasan ini harus melakukan berbagai cara untuk mendorong bisnis makanan halal. Sebut saja mendorong kerja sama riset, mendukung peran UKM, meningkatkan kesadaran produk halal, dan bekerja sama dengan media untuk mempromosikan produk halal.
Negara-negara kawasan ini juga disarankan membangun perekonomiannya untuk makanan halal. “Jika itu dilakukan, mereka akan mendapatkan manfaat dari pasar yang tengah berkembang ini,” kata seorang professor di ESIC Business and Marketing School di Sevilla, Spanyol, Isabel Gonzales Santamaria.
Director of Strategic Insight di Dinar Standard, Haroon Latif, menambahkan, salah satu yang tidak kalah penting adalah sosialiasi dan promosi kepada konsumen tentang produk halal yang dimiliki.
“Biarkan konsumen tahu apa itu produk halal. Kalau punya produk bagus, Anda bisa menjualnya kepada konsumen non-Muslim,” kata dia.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya