Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Restoran Halal.
Dream – Indonesia telah menobatkan diri sebagai destinasi wisata halal. Meskipun demikian, sektor boga di Indonesia belum memenuhi kriteria halal.
Perwakilan Indonesia Chef Association, Hendro Soejadi, mengatakan dunia boga di Indonesia masih berkiblat pada masakan Eropa yang notabene memiliki pelengkap non-halal.
"Banyak sekali makanan halal namun dengan campuran yang tidak halal. Dengan adanya event halal ini, kita harus menggerakan lagi kehalalan dari makanan di Indonesia," kata Hendro, di sela-sela diskusi "Halal Is My Life" di gelaran International Islamic Fair 2016, Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.
Kesungguhan penyedia produk makanan di Indonesia untuk menyertifikasi produk juga dinilai masih lemah. Bahkan, kesungguhan pengusaha industri boga Indonesia kalah ketimbang Korea Selatan dan Jepang.
Korea Selatan dan Jepang, dinilai sangat serius menggarap pasar wisata boga halal dengan menyediakan makanan bersertifikat halal serta hotel yang bersertifikat halal.
"Di Phuket, Thailand bahkan sedang menggagas menjadi hub halal mereka. Indonesia harus menggarap serius sebab kuliner halal menjadi daya tarik," tambah perwakilan Komunitas Kelana Rasa, Arie Parikesit.
Wakil Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI, Osmena Gunawan, mengatakan sertifikasi halal sebetulnya dapat dengan mudah didapat pengusaha.
Pemilik usaha tinggal mendaftarkan dan menyebutkan bahan-bahan yang terkandung dalam produknya.
Khusus untuk dunia boga, muncul tantangan tersendiri bagi para koki. Sebab, selain penampilan yang menggugah selera, para koki juga harus menghadirkan sajian dengan rasa yang memuaskan.
"Sebab, halal adalah yes or no. Ini menegaskan bahwa halal tidak bisa ditoleransi," ujar Osmena. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari