Keuangan Membengkak karena WFH, Begini Cara Mengaturnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 Mei 2020 11:12
Keuangan Membengkak karena WFH, Begini Cara Mengaturnya
Tak jarang kebijakan bekerja dari rumah membuat dompet makin bocor.

Dream – Kasus virus corona di Indonesia terus meningkat, sehingga pemerintah mengeluarkan imbauan untuk tetap di rumah. Sejumlah perusahaan juga telah menerapkan kebijakan work from home alias bekerja dari rumah.

Di sisi lain, aktivitas di rumah justru memunculkan permasalahan baru. Beberapa orang harus menambah pengeluaran, sehingga keuangan rumah tangga menjadi tidak teratur.

Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Krizia Maulana, tak memungkiri tinggal di rumah untuk batas waktu yang tidak ditentukan memunculkan sejumlah persoalan baru. Mulai pengeluaran ekstra rumah tangga, hingga kondisi mental yang dipicu rasa bosan karena tidak bisa keluar kemana-mana.

" Untuk itu, langkah pertama yang saat ini harus dilakukan adalah siapkan mental. Setiap orang harus menerima keadaan. Saat ini adalah kondisi darurat, tinggal di rumah adalah opsi terbaik demi kebaikan bersama. Ketika kondisi mental baik, kita menjadi lebih siap dalam menghadapi permasalahan baru yang bisa muncul karena pandemi Corona ini," kata Krizia di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Senin 18 Mei 2020.

Dia melanjutkan tinggal di rumah memang memunculkan permasalahan baru. Pertama, membengkaknya pengeluaran rumah tangga.

Kebijakan di rumah aja untuk pelajar dan karyawan pastinya memunculkan pengeluaran ekstra yang meliputi biaya internet (kuota), listrik, makanan (snack dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak kecil. Mau tidak mau kita harus menyiapkan biaya ekstra, atau mengambil dari pos lain.

Lalu bagaimana mengaturnya supaya keuangan rumah tangga kembali normal? Berikut tipsnya.

1 dari 4 halaman

1. Gunakan Dana Darurat

Menurut Krizia, di sinilah pentingnya memiliki dana darurat. Kita bisa menggunakan sebagian dari dana darurat untuk menutupi pengeluaran ekstra.

Namun bagaimana jika tidak memiliki dana darurat? Janganlah mengambil dari pos masa depan yang sudah kita siapkan.

Yang bisa kita lakukan adalah mereview pengeluaran. Apa saja pos-pos yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

 

2 dari 4 halaman

2. Buat Daftar Pengeluaran

Krizia menyarankan untuk membuat daftar pengeluaran rutin bulanan. Tujuannya guna mengetahui pos-pos mana yang bisa kita setop dan alihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

Contohnya anggaran transportasi, dan pos gaya hidup (nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya) adalah biaya-biaya yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

" Karena sudah jelas, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama kita menjalani masa kerja di rumah,” kata dia.

3 dari 4 halaman

3. Bijak dalam Berbelanja

Langkah selanjutnya, lanjut Krizia, adalah menahan nafsu belanja. Ketakutan akan berkurangnya pasokan makanan menyebabkan ada segelintir masyarakat yang melakukan panic buying dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok.

" Padahal, pemerintah sudah memastikan pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman. Jangan panik dan belanja sesuai kebutuhan," kata Krizia.

Termasuk ketika berbelanja online. Kemudahan teknologi, dan terlalu lama tinggal di rumah, membuat orang merasa bosan. Akhirnya banyak juga yang mengalihkan dengan berbelanja online. Namun hati-hati, ini justru membuat kita menjadi keranjingan berbelanja, dan menambah pengeluaran rumah tangga. Bijaklah dalam berbelanja (online).

" Belanjalah sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon yang ditawarkan merchant-merchant online yang banyak bertebaran selama masa kerja di rumah," kata dia.

4 dari 4 halaman

4. Tetap Berinovasi

Kondisi saat ini menyadarkan kita betapa pentingnya memiliki dana darurat. Untuk itu, langkah terakhir adalah tetaplah berinvestasi.

Ketika menyesuaikan anggaran rumah tangga untuk menutupi biaya tambahan selama masa kerja di rumah, Krizia menyebut anggaran investasi bisa dikurangi.

Namun setelah masa penyesuaian berakhir dan sudah bisa menutupi pengeluaran ekstra tersebut, sesuaikan kembali porsi investasi. " Jika memungkinkan menambah porsi untuk membuat porsi dana darurat yang sebelumnya tidak dimiliki," kata dia. 

Beri Komentar