Lebih dari 70 Perusahaan Minat Investasi, Ini Perkembangan Terbaru Pembangunan IKN

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 24 Januari 2023 08:16
Lebih dari 70 Perusahaan Minat Investasi, Ini Perkembangan Terbaru Pembangunan IKN
IKN telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional. Beberapa infrastruktur pembangunan IKN telah selesai 100 persen.

Dream - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan, 80 persen anggaran pembangunan IKN akan dibiayai oleh swasta. IKN juga telah masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional.

Dia menjelaskan beberapa infrastruktur pembangunan IKN telah selesai 100 persen, seperti jalan lingkar Sepaku 1, 2, dan 3. 

Pembangunan gedung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan juga telah dimulai, termasuk Istana Kepresidenan, Kantor Presiden, dan Sekretariat Presiden. Sementara itu, tiga investor swasta telah mendapatkan letter to proceed untuk mulai membangun 184 tower hunian bagi ASN.

1 dari 4 halaman

Saat ini, setidaknya ada lebih dari 70 perusahaan swasta yang menyatakan minat untuk berinvestasi di IKN.

Pembangunan IKN juga dipastikana akan terus berlanjut karena telah memiliki payung hukum yang kuat sebagai kepastian hukum bagi investor.

" Hingga saat ini, lebih dari 70 perusahaan swasta telah mengirimkan letter of intent ke Otorita IKN dan menyatakan minat berinvestasi di IKN. Ini termasuk 11 pernyataan dari perusahaan Malaysia yang baru-baru ini disampaikan pada kami di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim," jelas Bambang, dikutip dari Merdeka.com, Senin, 23 Januari 2023.

Bambang menyebut beberapa sektor usaha yang memiliki prospek cerah di IKN bagi para investor, di antaranya sektor transportasi, pendidikan, hingga industri pertanian berkelanjutan.

" (Peluang) Ini termasuk transportasi, pendidikan, energi baru dan terbarukan, industri pertanian berkelanjutan, teknologi kota cerdas, dan sebagainya," kata Bambang.

 

2 dari 4 halaman

Tolak Didikte SoftBank, Menteri Bahlil Beber Daftar Negara yang Antre Investasi IKN

Dream - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia meyakinkan proyek Ibu Kota Negara (IKN) masih menarik minat banyak investor. Keyakinan itu datang meskipun perusahaan keuangan dunia, SoftBank membatalkan rencana investasinya.

Bahlil mengungkapkan sejumlah investor global masih berkomitmen untuk menanamkan modalnya di ibu kota yang akan menggantikan peran pusat pemerintahan Indonesia itu.

" IKN itu investornya sudah ada, dari UEA, China, beberapa negara Eropa, Taiwan, Korea Selatan, itu ada," katanya dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 15 Desember 2022.

Menurut Bahlil, Softbank memutuskan mundur dari rencana investasi di proyek IKN Karena pemerintah Indonesia menginginkan model investasi yang adil.

" Proposal yang ditawarkan, menurut kami, untung bagi dia, nggak untung ke negara. Dan kami nggak mau didikte," tegasnya.

3 dari 4 halaman

Salah satu contoh tawaran yang disampaikan Softbank adalah perusahaan tersebut menentukan tingkat pengembalian modal atau internal rate of return (IRR) sendiri.

Permintaan lain yang dianggap tak adil juga adalah pemerintah nantinya akan menyewa IKN ke Softbank.

" Nggak fair dong, nggak cincai dong,” ungkap Bahlil yang menegaskan pemerintah hanya akan menerima model investasi yang sama-sama menguntungkan.

 

4 dari 4 halaman

Menurutnya tidak boleh pengusaha atau investor mengatur negara karena posisi idealnya adalah saling membutuhkan.

" Itu yang dalam bahasa saya, nggak boleh pengusaha itu mengatur negara. Negara yang mengatur pengusaha, tapi juga negara nggak boleh semena-mena ke pengusaha. Nggak boleh, karena kita saling membutuhkan." katanya.

Hengkangnya SoftBank dari proyek IKN sempat ramai dikabarkan pada Maret 2022. Meski keluar dari proyek di IKN, SoftBank memastikan tetap berkomitmen dan mendukung pengembangan perusahaan rintisan di Indonesia.

SoftBank merupakan perusahaan telekomunikasi yang berbasis di Tokyo, Jepang. SoftBank didirikan pada tahun 1981 oleh Chairman dan CEO SoftBank, Masayoshi Son.

Beri Komentar