Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jangan Sampai Sahabat Dream Jadi Korban Skimming ATM Ya.
Dream – Belakangan ini, kasus skimming marak terjadi. Beberapa waktu yang lalu, pembobolan rekening nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) di Kediri, Jawa Timur, menjadi sorotan publik.
Puluhan nasabah berbondong-bondong mendatangi kantor cabang untuk bertanya alasan raibnya duit mereka di tabungan.
Tak lama berselang, kasus diduga skimming dikabarkan menimpa nasabah PT Bank Mandiri Tbk (Persero) di kantor cabang pembantu (KCP) Surabaya, Graha Pena.
Dilansir dari Merdeka.com, Selasa 21 Maret 2018, Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan kerugian yang ditaksir oleh nasabahnya mencapai ratusan juta rupiah.
Sekadar informasi, metode skimming ini memang marak digunakan untuk membobol tabungan saldo. Alat skimming ini mampu menyalin data pada kartu ATM ketika nasabah memasukkan kartu ke lubang ATM. Bentuk alat perekam data nasabah itu memang mirip dengan lubang ATM yang sebenarnya.
Para pelaku juga menggunakan kamera pengintai untuk mendapatkan PIN nasabah. Dengan cara itu, pelaku pun bisa leluasa memakai kartu duplikat untuk mencairkan dana.
Tentu kamu tak mau menjadi korban pembobolan rekening. Meskipun uang nasabah bisa kembali, tetap saja pembobolan rekening bisa mengganggu kondisi finansialmu untuk sementara waktu. Belum lagi, kamu harus merelakan waktu dan energi ekstra untuk mengurus ini itu ketika menjadi korban pembobolan rekening.
Amit-amit deh.
Dilansir dari Cek Aja, ada tiga cara yang bisa dilakukan supaya tidak menjadi korban pembobolan rekening.
Pertama memanfaatkan uang elektronik. Mulailah membiasakan diri untuk bertransaksi dengan uang elektronik dan mengurangi transaksi dengan kartu debit. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan dengan uang elektronik, mulai dari membayar tiket KRL sampai jajan di minimarket.
Kedua, kamu juga bisa menyimpan dana darurat dalam bentuk logam mulia. Selama ini, instrumen yang digunakan untuk menyimpan dana adalah tabungan. Kini, kamu bisa menyimpan dana ini ke instrumen lain yang lebih aman, misalnya emas batangan.
Sekadar informasi, dana darurat itu jumlahnya mencapai 6-15 kali rata-rata pengeluaran bulanan dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Ketika memerlukan dana darurat, kamu bisa menjualnya di Pegadaian atau toko emas.
Ketiga, kamu juga bisa menyebar simpanan ke beragam instrumen investasi. Sesuaikanlah dengan profil risiko yang diinginkan. Tujuannya agar dana tidak terkumpul di satu tempat saja, yaitu tabungan.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
