Ternyata Begini Rahasia Sukses Teknik Mina Padi, Panen Naik Dua Kali Lipat!

Reporter : Okti Nur Alifia
Jumat, 1 Juli 2022 19:35
Ternyata Begini Rahasia Sukses Teknik Mina Padi, Panen Naik Dua Kali Lipat!
Apa bedanya konsep pertanian mina padi dengan penanaman pada umumnya? Simak ulasannya.

Dream - Mina padi menjadi salah satu cara bertani yang cukup menjanjikan. Sebab, dalam sekali menggarap, petani bisa memanen padi sekaligus ikan dalam satu lahan.

" Konsep mina padi itu menanam padi sekaligus ikan. Jadi mina itu ikan padi itu padi," SPV Ekonomi Dompet Dhuafa, Nuryanto Harimurti, di pesawahan Mina Padi di Polaman, Argorejo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Kamis 29 Juni 2022.

Dompet Dhuafa telah melirik peluang ini dengan menggandeng Frans Hero Making, konsultan mina padi asal Samberembe, Sleman. Membentuk konsep 'Pertanian Sehat Indonesia (Mina Padi)', sebanyak 34 petani di Sedayu juga telah merasakan manfaatnya.

Lalu apa bedanya konsep pertanian mina padi dengan penanaman pada umumnya? Berikut ulasannya.

1 dari 5 halaman

Harus Ada Aliran Air

Pertama, syarat untuk membuat produksi pertanian mina padi adalah lahan dengan air yang harus mengalir dan tersedia.

" Itu syarat untuk menerapkan mina padi," kata Fasilitator Program Dompet Dhuafa, Nining Safitri.

mina padi sedayu© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

Jika dilihat, penampakan mina padi memang dipenuhi air agar ikan dapat berenang. Nuryanto mengatakan, aliran air di mina padi Sedayu berasal dari sungai mataram.

" Ini tersambung dengan selokan Mataram yang tidak akan putus selama bertahun-tahun," kata Nuryanto.

2 dari 5 halaman

Penggunaan Jaring yang Bukan Sekadar Pajangan

Ada perbedaan pula dari penggunaan jaring. Dalam mina padi jaring digunakan untuk menghindari hama maupun serangan burung pada padi.

" Dengan adanya ini tikus tidak akan masuk. Enggak mau berenang dia. Terhindar dari hama, karena ada jaring pengaman yang dipasang 15cm ke bawah. Hamanya enggak bisa masuk, dia hanya muter," kata Nuryanto.

mina padi sedayu© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

Nuryanto menunjukkan jaring yang terpasang di atas langit-langit sawah, untuk menghindari burung pemakan padi. Jadi ketika burung akan memakan padi, tubunya bisa tersangkut di jaring itu.

3 dari 5 halaman

Sistem Tanam Jajar Legowo

Nuryanto mengatakan, ada sistem Tajarwo (Tanam Jajar Legowo) yang dipakai untuk mengatur jarak tanaman.

Ini adalah pola bertanam dengan berselang-seling antara dua atau lebih hingga 4 baris tanaman padi dan satu baris kosong.

mina padi sedayu© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

" Tujuannya agar dapat sirkulasi dan sinar matahari yang cukup, dikosongi. Tajarwo itu memberi sirkulasi sinar matahari yang cukup, mau ditengah maupun di pinggir," lanjut Nuryanto.

4 dari 5 halaman

Panen Ikan dan Beras Sekaligus

Di akhir masa tanam, petani akan menghasilkan dua panen sekaligus yakni beras dan ikan yang bisa dijual maupun lauk untuk petani.

" Manfaat yang jelas, kita tuh kemarin kesulitan lauk, ternyata kita sudah nggak usah mikir lauk," kata petani mina padi di Sedayu, Wagiran.

mina padi sedayu© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

Wagiran juga mengakui penjualannya meningkat dengan omzet 80% dan mengapresiasi adanya Jajar Legowo.

" Di samping itu juga dengan teknologi Jajar Legowo, memang top cer dipakai untuk lahan 20% untuk minanya," jelas Wagiran.

5 dari 5 halaman

Simbiosis Mutualisme Padi dan Ikan

Mina padi juga menghilangkan kegiatan matun atau menyiangi gulma yang dapat menghemat tenaga harian.

" Kegiatan di sawah akan lebih ngirit. Biasanya dia matun untuk membersihkan. Pupuk berapa kali lagi, dia (petani) mulai meninggalkan itu," kata Nuryanto.

Ada pula simbiosis mutualisme antara padi dan ikan. Kotoran ikan dapat menjadi pupuk untuk padi. Dan padi dapat menghasilkan plankton yang bisa dimakan ikan. Hal ini pun akan menghemat biaya produksi untuk membeli pupuk.

mina padi sedayu© (Foto: Dream.co.id/Okti Nur Alifia)

" Pupuk jelas akan dikurangi karena dari kotoran ikan itu pupuk terbaik untuk padi. Ini sudah tanam ke 4 kita mencoba ini. Ternyata hasilnya memuaskan, biasanya petani kalau nggak cocok akan ganti," kata Nuryanto.

Dikatakan Fasilitator Program Dompet Dhuafa, Nining Safitri, teknik mina Padi dengan menerapkan jajar legowo bisa jadi wisata edukasi.

Beri Komentar