Wapres Jamin Merger Bank Syariah BUMN Tak Persulit Akses Pembiayaan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 27 Oktober 2020 15:47
Wapres Jamin Merger Bank Syariah BUMN Tak Persulit Akses Pembiayaan
Ini alasannya.

Dream – Merger bank syariah milik BUMN tidak akan menutup peluang Usaha Mikro Kecil dam Menengah (UMKM) untuk mendapatkan pembiayaan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin menanggapi kekhawatiran segelintir pihak.

“ Tidak ada alasan adanya kekhawatiran dari beberapa pihak bahwa rencana merger bank syariah akan menutup akses UMKM mendapatkan permodalan,” kata Ma’ruf dalam acara “ Webinar: Potensi Ekonomi Syariah Pasca Pandemi: Peran Sektor Keuangan Syariah dalam Pemulihan Ekonomi”, Selasa 27 Oktober 2020.

Menurut Ma'ruf, pemerintah sebetulnya telah menyiapkan ekosistem keuangan syariah yang lebih lengkap di samping adanya merger bank syariah BUMN ini. Misalnya di segmen mikro, pemerintah menyiapkan Bank Wakaf Mikro (BWM) yang siap memberikan permodalan hingga Rp3 juta dan Baitul Maal Wa Tanwil (BMT)/koperasi syariah dengan berikan permodalan di atas Rp3 juta.

“ Pemerintah akan memperbanyak BWM dan BMT dan akan memberikan dukungan yang lebih besar ke depan,” kata dia.

Pemerintah juga akan memperbesar dan melakukan intervensi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) dalam Kementerian Koperasi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) syariah yang ada di bank-bank syariah, baik untuk usaha mikro, kecil, maupun syariah.

“ Justru pemerintah menyiapkan ekosistem keuangan syariah yang lengkap, mulai dari A-Z yang dapat menjangkau mulau dari yang paling kecil atau ultra mikro, kecil, sedang, sampai ke yang besar,” kata Ma’ruf.  

1 dari 3 halaman

Harapan Politisi Senayan Soal Merger Bank Syariah BUMN

Dream – Merger bank syariah BUMN bisa membawa manfaat yang besar terhadap perkembangan industri halal dalam negeri dan mendorong kiprah Indonesia di kancah global. Merger ini bisa menciptakan efisiensi indsutri perbankan syariah dan industri halal.

lebih jauh, merger bank syariah BUMN akan diikuti oleh tumbuhnya daya saing bank syariah dan industri halal.

“ Dengan langkah merger ini, diharapkan pasar syariah berkembang lebih besar, efisien dan kita punya bank syariah yang siap berkompetisi dan bersaing secara nasional,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Fathan Subhi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Senin 26 Oktober 2020.

 

© Dream

 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini yakin akan ada banyak sumbangsih yang diberikan bank syariah hasil merger nanti terhadap perekonomian nasional. Lebih spesifik lagi, Fathan menyebut dampak positif akan dirasakan terutama bagi pelaku UKM dan industri halal.

Menurutnya, bank syariah hasil merger harus berkomitmen memperbesar dukungan dan pembiayaan untuk UKM serta produsen produk halal. Jika hal ini bisa dilakukan, maka tak lama lagi Indonesia bisa menjadi kiblat industri halal di dunia.

“ Segmen yang harus fokus digarap bank syariah merger ini tentunya pada UKM dan industri syariah, sehingga cita-cita Indonesia menjadi kiblat keuangan syariah dan pasar syariah bisa tercapai,” kata dia.

2 dari 3 halaman

Dibutuhkan Tata Kelola Baik dan SDM yang Berintegritas

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, menginginkan kinerja dan efisiesnsi bank syariah hasil merger bisa meningkat dengan signifikan. Ada dua hal yang bisa mewujudkannya, yaitu tata kelola yang baik dan SDM berintegritas.

“ Merger memperkuat posisi bank syariah dalam percaturan regional. Mudah-mudahan efisiensi, tata kelola dan kinerjanya bisa naik secara signifikan. Apabila tidak memiliki SDM yang berintegritas tinggi dan tata kelola yang baik, (itu) tetap bermasalah,” ujar Hendrawan.

Menurut Hendrawan, bank syariah hasil merger harus fokus menggarap segmen pasar yang lebih khusus. Misalnya, klaster industri dengan basis modal sosial, religi atau adat tertentu yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“ Yang penting jangan melayani ‘bandit-bandit’ keuangan yang bertujuan memacetkan uang dari bank,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Bisa Fokus Mengembangkan UKM

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, menyebut bank syariah hasil merger dapat fokus dalam mengembangkan UKM dan masyarakat ekonomi kelas menengah. Dia yakin bank syariah hasil merger bisa menjadi penggerak utama perekonomian dua kelompok ini.

“ Di sisi lain, operasional bank syariah hasil merger harus dijaga agar benar-benar menerapkan metode sesuai aturan Islam dalam menghimpun pendanaan dan menyalurkan pembiayaan,” kata dia.

Apalagi. Indonesia telah dikenal dengan mayoritas penganut agama Islam. Seharusnya, kata Misbakhun, Indonesia menjadi rujukan internasional dalam penerapan ekonomi syariah, khususnya di sektor perbankan. 

Beri Komentar