Nasib Perusahaan Pencipta Angry Bird di Ujung Tanduk

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 27 Agustus 2015 13:00
Nasib Perusahaan Pencipta Angry Bird di Ujung Tanduk
Sempat jadi permainan mobile berbayar nomor satu sepanjang masa, nasib Rovio kini justru berubah drastis.

Dream - Pembuat game fenomenal Anggry Bird tengah dalam masalah besar. Pendapatan yang turun membuat Rovio, perusahaan pembuat permainan ini harus memangkan jumlah pegawainya.

Dilaporkan, lebih dari sepertiga pegawainya akan menghadapi ancaman PHK guna menyelamatkan masa depan bisnis perusahaan.

Mengutip laman cnbc, Kamis, 27 Agustus 2015, Rovio gagal membuat permainan baru populer sejak mengeluarkan Angry Bird pada 2009. Padahal Anggry Bird pernah menjadi aplikasi mobile berbayar nomor satu sepanjang masa.

Perusahaan sebetulnya tak tinggal diam. Rovio pernah berupaya mengkapitalisasi merek tersuksesnya itu dengan menjual lisensi dari produknya.

Rovio bahkan mengubur harapannya membuat film Angry Bird tiga dimesi.

Manajemen Rovio mengatakan pendapatan perusahaan tak berjalan sesuai harapan. Dengan penjualan relatif datar, keuntungan perusahaan ditaksir turun pada tahun ini.

Alhasil, Angry Bird terpaksa memangkas 260 pekerjanya, atau sekitar 37 persen dari total pegawai yang dimiliki.

" Perubahan fundamental harus segera dilakukan untuk memastikan Rovi berhasil mencapai ambisi globalnya sebagai perusahaan hiburan terdepan di bisnis permainan mobile," kata CEO Rovio, Pekka Rantala.

Juru Bicara Rovio, Kaisu Karvala mengatakan perusahaan akan berkonsentrasi pada bisnis permainan, media, dan produk konsumen. Rovio juga berencana melebarkan bisnisnya dengan membuka prasekolah yang sudah dilakukannya di Tiongkok dan Singapura.

Beri Komentar