Neraca Perdagangan RI Tertinggi Sejak 2012, Ini 5 Komoditas Paling Cuan

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 10 November 2020 08:47
Neraca Perdagangan RI Tertinggi Sejak 2012, Ini 5 Komoditas Paling Cuan
Neraca perdagangan Januari-September 2020 surplus hingga US$ 13,5 miliar.

Dream - Menteri perdagangan Agus Suparmanto melaporkan neraca perdagangan Indonesia hingga kuartal III-2020 menjadi capaian tertinggi pemerintah sejak delapan tahun terakhir atau pada 2012.

Secara kumulatif neraca perdagangan Januari-September 2020 mencatat surplus hingga US$13,5 miliar.

" Memang ini neraca perdagangan melampaui dari keseluruhan tahun 2017 dan merupakan capaian tertinggi sejak 2012," kata Agus dalam konferensi pers di Graha BNBP, Senin 9 November 2020.

Dalam pengamatan Agus, defisit neraca perdagangan hanya terjadi Januari dan April 2020. Tren surplus perdagangan mulai terlihat pada Mei yang berlanjut sampai September 2020. Untuk diketahui, pandemik Covid-19 mulai melanda dunia di awal Januari 2020 dan banyak negara yang menutup aktivitas bandara untuk mencegah penyebaran corona.

1 dari 3 halaman

5 Komoditas yang Bersinar

Beberapa komoditas yang berkontribusi besar pada pencapaian surplus perdagangan umumnya berasal dari ekspor non migas Indonesia yang mengalami kenaikan di bulan September 2020. 

Komoditas yang tercatat mengalami pertumbuhan signifikan adalah besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati.

Selanjutnya komoditas non-Migas yang naik signifikan yaitu kendaraan dan beserta sparepartnya, mesin dan perlengkapan elektrik dan terakhir plastik dan barang plastik.

 

 

 

2 dari 3 halaman

Pemicu Lonjakan

" 5 produk tersebut memiliki pangsa ekspor 34,02 persen dari total ekspor non migas Indonesia pada bulan September 2020, dan mencatat peningkatan kumulatif sebesar US$0,7 miliar," ujarnya.

Kata Agus, peningkatan nilai ekspor baja terutama disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari China dan Malaysia karena mulai pulihnya industri di tiga negara tersebut.

Sementara peningkatan ekspor diakibatkan oleh naiknya harga CPO di pasar internasional dan naiknya permintaan CPO dari China dan India.

 

 

3 dari 3 halaman

Akui Tekanan Impor Melemah

" Nah ini salah satu faktor yang memang sangat menopang kita dan ini merupakan sinyal positif bagi kita. Pengaruhnya sangat besar karena surplus ini mampu membawa sinyal positif dan juga tren-tren ekspor di sini kita pertahankan," jelasnya.

Walaupun di tengah pandemi saat ini ada tekanan impor yang mendalam, namun di sini pemerintah berusaha dengan menekan impor barang konsumsi.

" Untuk bahan baku memang ada sedikit tertekan namun ini tetap kita pertahankan, bagaimana memudahkan bahan baku tersebut ini pengaruh dalam pemulihan ekonomi nasional ini memberikan motivasi bagi pelaku usaha di dalam negeri," pungkasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar