Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Dream - Bank syariah disebut-sebut turut menjadi bank penampung dana tax amnesty atau bank persepsi. Keinginan tersebut mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ingin bank syariah ikut dilibatkan menjadi bank persepsi.
" Yang pasti, kami ingin bank syariah juga dilibatkan," kata Kepala Departemen Perbankan Syariah, Achnmad Buchori, di kantor pusat OJK, Jakarta, ditulis Rabu 13 Juli 2016.
Buchori mengatakan lembaganya tak khawatir tentang asal-usul dana repatriasi yang akan ditampung oleh bank syariah. Menurut dia, nasabah bisa jadi memerlukan bank syariah untuk menempatkan dana repatriasi tax amnesty.
" Tidak. Wajib pajak bisa jadi mencari dan ingin menggunakan yang syariah," kata dia.
Selanjutnya, Buchori mengatakan OJK perlu membicarakan keterlibatan bank syariah menjadi bank persepsi. " Tentu, harus bicara dengan DSN. Nanti kami akan mencoba bertemu DSN," kata dia.
Buchori mengatakan ada instrumen di bank syariah yang bisa digunakan untuk menampung dana tax amnesty, yaitu mudharabah muqayyadah. Selain mudharabbah muqayyadah, ada juga instrumen syariah yang bisa dimanfaatkan, yaitu mudharabah muthlaqah.
" Cuma, tergantung pemilik dananya," kata dia.
Sekadar informasi, Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiaadmaja, menyebut pemerintah telah menunjuk tujuh bank untuk menampung dana tax amnesty.
Dilansir dari Merdeka.com, tujuh bank tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (Persero), PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero), PT Bank Tabungan Negara Tbk (Persero), PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).
" Tapi, ada dua bank syariah, cuma nggak disebut," kata Jahja di Jakarta, Senin 11 Juli 2016.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya