OJK Kampanye Budaya Menabung di Pesantren

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 10 Juni 2016 15:30
OJK Kampanye Budaya Menabung di Pesantren
Peluang untuk mengembangkan inklusi keuangan bagi pelajar masih cukup besar.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggalakkan lagi budaya menabung di kalangan pelajar. Salah satu caranya adalah kampanye budaya menabung lewat program Safari Ramadan.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Anggar B Nuraini, mengatakan lembaga ini menggelar program Safari Ramadan dalam bentuk edukasi keuangan ke beberapa pondok pesantren di area Jabodetabek.

Kegiatan dimulai hari Kamis, 9 Juni 2016 di Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam, Bogor, ini mengangkat tema " Yuk Menabung Demi Masa Depan" .

Dikatakan, kegiatan edukasi keuangan bagi santri pesantren ini merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap inisiatif program Tabungan Siswa Simpel/Simpel iB, yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 14 Juni 2015.

" Hal ini dilakukan agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa dapat mewajibkan kegiatan menabung. Bukan hanya sebagai kewajiban, melainkan juga kebutuhan dan gaya hidup," kata Anggar dikutip dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 10 Juni 2016.

Menurutnya, menanamkan budaya menabung sejak dini menjadi penting agar akan bisa mengendalikan diri dan belajar membelanjakan uangnya secara bijak. Selain itu, kegiatan menabung dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap.

" Pada saatnya nanti mereka dapat tumbuh menjadi masyarakat yang terampil dalam hal pengelolaan keuangan dan pada akhirnya akan mencapai kesejahteraan keuangan (financial well-being)," kata dia.

Kelompok siswa dari tingkat SD, SMP dan SMA memiliki potensi yang sangat besar. Jumlah populasi kelompok ini mencapai sekitar 50 juta siswa atau lebih dari 20 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, ada 78 persen siswa sekolah-sekolah umum yang berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 22 Persen sisanya merupakan siswa sekolah Madrasah dan Pondok Pesantren di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Berdasarkan hasil survei nasional tahun 2013, tingkat inklusi keuangan kelompok siswa baru mencapai 44 persen, sehingga peluang untuk meningkatkannya masih sangat besar dan untuk menggarapnya dibutuhkan sebuah model produk keuangan dengan karakteristik dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan kelompok pelajar/siswa.

Produk Tabungan Siswa dengan nama " Simpanan Pelajar" dengan branding SimPel untuk bank umum dan SimPel iB untuk perbankan syariah dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

" Dengan adanya kegiatan edukasi keuangan bagi santri dalam rangkaian safari ramadhan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah rekening SimPel, terwujudnya santri yang 'well literate' serta meningkatkan budaya menabung sebagai bagian dari gaya hidup di kalangan pelajar," kata dia.

Sekadar informasi, pelaksanaan acara Safari Ramadan ini dibuka oleh Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, dan dilakukan bersama dengan BRI Syariah yang dihadiri oleh 300 orang santri setingkat SMP-SMA.

Safari Ramadhan tahun ini merupakan tahun keempat dan akan dilakukan ke beberapa pondok pesantren, diantaranya Pondok Pesantren Terpadu Ekonomi Islam Multazam Bogor, Pondok Pesentren As-Syafi’iyah Bekasi, Pondok Pesantren Al-Hassan Bekasi, dan para Hijabers Community di Jakarta. (Ism)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone