OJK Tunggu Retakaful Raksasa Indonesia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 7 Juni 2016 17:15
OJK Tunggu Retakaful Raksasa Indonesia
Institusi ini menunggu keputusan Kementerian BUMN.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunggu keputusan Kementerian BUMN tentang kemungkinan pembentukan perusahaan reasuransi syariah raksasa (giant retakaful). Hal ini dikatakan oleh Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah, Moch. Muchlasin.

" Kami masih menunggu Menteri Negara BUMN apakah ada (pembentukan) giant retakaful," kata Muchlasin, di Jakarta, ditulis Selasa 7 Juni 2016.

Muchlasin mengatakan saat ini ada tiga perusahaan reasuransi yang memiliki UUS, yaitu PT Reasuransi Internasional Indonesia (Persero)/Reindo, PT Nasional Reasuransi Indonesia (Persero), PT Maskapai Resuransi Indonesia (Marein). OJK pun menunggu ketiganya dilepas dari induknya.

Sekadar tambahan, pemerintah berencana untuk membentuk perusahaan reasuransi raksasa (giant re) konvensional. Proses pembentukan giant reasuransi ini dimulai dengan dileburnya PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero) ke dalam PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia-Re.

Fase berikutnya adalah memasukkan Nasre ke dalam Indonesia-Re. Syarat perusahaan induk yang merupakan reasuransi kovensional bisa dilebur ke dalam giant re adalah perusahaan tersebut harus melepas UUS-nya.

" Lagian, ngapain sih harus ada tiga takaful kalau (hasil spin off) bisa digabung?" kata dia.

Muchlasin mengatakan saat ini baru Reindo yang telah melepas UUS-nya dan mendirikan reasuransi syariah, yaitu Reindo Syariah. Pendirian perusahaan reasuransi ini sudah diteken oleh Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Firdaus Djaelani.

Sementara itu, lanjut Muchlasin, Nasre dan Marein belum mengajukan izin pelepasan UUS mereka. " Setelah Reindo Syariah berdiri, kami berharap UUS bisa spin off dari Nasre dan Marein," kata dia.

Sekadar informasi, saat ini, ada 30 lembaga keuangan non bank (LKNB) yang syariah dan 91 UUS. Adapun 30 LKNB ini terdiri atas 9 perusahaan asuransi syariah, 3 perusahaan pembiayaan syariah, 4 perusahaan modal ventura syariah, 2 perusahaan penjaminan syariah, dan 11 lembaga keuangan mikro syariah.

Beri Komentar