Upaya OJK Galakkan Keuangan Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 6 Juni 2016 18:52
Upaya OJK Galakkan Keuangan Syariah
Pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih kecil.

Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ingin menggalakkan pengembangan keuangan syariah. Hal ini disebabkan oleh pangsa pasar keuangan syariah masih minim.

" Market share keuangan syariah secara keseluruhan belum mencapai 5 persen," kata Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank 2B OJK, Heru Juwanto, di Menara Merdeka, Jakarta, Senin 6 Juni 2016.

Heru mengatakan per Maret 2016, aset perbankan syariah dan IKNB Syariah telah mencapai Rp359 triliun yang terdiri atas perbankan syariah sebesar Rp290 triliun dan IKNB syariah sebesar Rp69 triliun. Sementara itu, sukuk negara mencapai Rp376 triliun.

" Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, tentunya hal ini menjadi keprihatinan kita bersama. Upaya-upaya pengembangan keuangan syariah perlu terus digalakkan," kata dia.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah menggelar acara riset keuangan syariah. Heru mengatakan OJK akan menggelar acara Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XIV pada tanggal 9-10 Juni 2016 di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol, Padang.

OJK bekerja sama dengan DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEi) dan IAIN Imam Bonjol Padang. FREAKS XIV ini akan mengangkat tema " Akselerasi Pengembangan IKNB Syariah yang Inovatif, Inklusif, dan Kontributif dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan."

Rangkaian kegiatan ini terdiri dari empat agenda utama, yaitu presentasi finalis call for paper, forum rektor bersama, diskusi panel, dan seminar prominent/speaker. Heru mengatakan forum rektor akan mengangkat tema " Peluang dan Tantangan Sumber Daya Insani Lembagan Keuangan Syariah" .

" (Sementara itu), diskusi panel ini akan membahas potensi sukuk dalam pengembangan ekonomi syariah," kata dia.

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik