Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Investasi
Dream - Keberadaan investasi ilegal tumbuh subur di Indonesia. Bahkan, satu investasi bodong ini bisa menghimpun dana triliunan rupiah dari masyarakat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut salah satu pendorong maraknya keberadaan investasi ilegal adalah sifat masyarakat yang mudah tergiur dengan iming-iming hasil yang menjanjikan.
Direktur Kebijakan dan Dukungan Departemen Penyidikan OJK, Tongam L. Tobing, mencontohkan investasi ilegal Dream for Freedom mampu meraup dana Rp3,5 triliun dari masyarakat. Mereka memanfaatkan sifat masyarakat yang gampang tergiur oleh iming-imingan yang ditawarkan Dream for Freedom.
"Orang Indonesia mudah tergiur dengan tawaran investasi dengan imbalan bunga yang tinggi," kata Tongam di Bogor, Jawa Barat, beberapa hari yang lalu.
Tongam mengatakan investasi bodong juga menjamur karena korban juga enggan melaporkan investasi ilegal ini ke aparat hukum. Penyebabnya adalah investor yang tak sanggup menahan malu.
"Mereka malu. Yang ikut ini orang-orang yang pintar, tidak hanya yang berpendidikan rendah," kata dia
Selain malu, para investor juga enggan melaporkan karena kemungkinan kembalinya uang mereka sangat tipis.
Tongam melanjutkan perusahaan tersebut juga mencari kelemahan hukum dari regulator. Misalnya, OJK bertugas sebagai pengawas keuangan, dari perbankan hingga pasar modal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bertugas mengawasi koperasi, dan Kementerian Perdagangan yang bertugas menerbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SiUP).
"Jadi, perusahaan cari celah hukum karena tidak ada instansi untuk (mengoordinasikan) itu semua," kata dia.
Kemudahan perusahaan untuk mendapatkan investasi pun juga mendorong tumbuhnya investasi ilegal. Perusahaan ini bisa memproses pendaftarannya via online. Lalu, mereka juga menggunakan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meyakinkan masyarakat.
"Saat ini, kami menangani banyak kasus (investasi ilegal). Ada 406 perusahaan yang dilaporkan masyarakat," kata dia.
Lalu, bagaimana ciri-ciri investasi ilegal?
© Dream
Tongam menyebutkan ada beberapa cirinya. Yang pertama, imbalan bunga yang ditawarkan sangat tinggi. Tawaran ini dinilai tak masuk akal oleh OJK.
"Mereka menawarkan bunga 5 persen per bulan. Itu tidak masuk akal, tapi masuk rekening," kata dia.
Ciri selanjutnya adalah penekanan utama pada perekrutan orang. Investor diwajibkan untuk merekrut orang baru apabila ingin mendapatkan bonus.
"Dia (investor) dapat bayaran kalau merekrut orang baru," kata dia.
Ciri-ciri selanjutnya, menurut Tongam, adalah tak ada kejelasan pengelolaan investasi, penjamin (underlying) usaha, serta struktur kepengurusan, kepemilikan, dan usaha. "Kegiatan yang menyerupai money game dan skema ponzi yang dijalankan sangat berisiko dan bisa menyebabkan terjadinya kegagalan untuk mengembalikan dana masyarakat yang diinvestasikan," kata dia.
© Dream
Ciri selanjutnya adalah penekanan utama pada perekrutan orang. Investor diwajibkan untuk merekrut orang baru apabila ingin mendapatkan bonus.
"Dia (investor) dapat bayaran kalau merekrut orang baru," kata dia.
© Dream
Ciri-ciri selanjutnya, menurut Tongam, adalah tak ada kejelasan pengelolaan investasi, penjamin (underlying) usaha, serta struktur kepengurusan, kepemilikan, dan usaha.
"Kegiatan yang menyerupai money game dan skema ponzi yang dijalankan sangat berisiko dan bisa menyebabkan terjadinya kegagalan untuk mengembalikan dana masyarakat yang diinvestasikan," kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari