Orang Kaya Miliki Tidur yang Tidak Berkualitas

Reporter : Ramdania
Sabtu, 21 Maret 2015 08:04
Orang Kaya Miliki Tidur yang Tidak Berkualitas
Siapa bilang orang kaya tidurnya bakal nyenyak. Survei di China buktikan hal sebaliknya.

Dream - Siapa bilang tidur pengusaha nyenyak? Faktanya pengusaha di China memiliki kualitas tidur yang buruk, meski mereka dinilai memiliki istirahat pada malam hari yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Hal ini terlihat dari hasil survei Forbes China dengan produsen kasur DeRucci tahun ini terhadap 1.800 pengusaha China di seluruh negeri. Survei ini dilakukan dalam rangka Hari Tidur Dunia yang jatuh pada tanggal 23 Maret 2015.

Durasi tidur rata-rata pengusaha China adalah 6 jam 57 menit atau kurang sedikit dari kebutuhan waktu tidur orang dewasa yang minimal 7 jam.

Sebanyak 70% responden menginginkan waktu tidur malam selama 7-8 jam, tetapi hanya 50% yang bisa mendapatkan waktu tidur tersebut.

Ada 73% menderita gangguan tidur, bahkan ada yang menderita insomnia dan sleep apnea (gangguan tidur dengan kesulitan bernapas). Sebanyak 37% mengaku sulit tidur nyenyak dan setengahnya mengaku sering bermimpi ataupun terbangun. Ada juga yang menyatakan sering merasa lelah ketika bangun.

Hasil survei juga mencatat pengusaha dari industri tradisional seperti tekstil dan logistik, tidur lebih baik daripada industri-industri baru dan layanan termasuk IT.

" Pengusaha perlu mengejar kebahagiaan dalam hidup, bukan hanya kekayaan. Mereka harus peduli dengan tidur dan kesehatan fisik," ujar Editor in Chief Majalah Forbes China Zhou Jian'gong, seperti dikutip dari People's Daily, Sabtu, 21 Maret 2015.

Pengusaha China memilik keterampilan manajemen waktu yang kuat, meski untuk pola tidur mereka buruk. Namun, mereka selalu tepat waktu. Mereka memiliki tidur yang buruk karena mereka bekerja di bawah tekanan besar dan sering bekerja di malam hari.

Beri Komentar