Mary Jane Batal Dieksekusi Mati, Pacquiao Datangi Indonesia

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 30 April 2015 07:07
Mary Jane Batal Dieksekusi Mati, Pacquiao Datangi Indonesia
Sebelumnya Pacman juga ikut meminta belas kasihan kepada Presiden Jokowi.

Dream - Superstar tinju dunia Manny Pacquiao berencana datang ke Indonesia untuk bertemu terpidana mati Mary Jane yang gagal dieksekusi di detik-detik terakhir, Rabu dini hari tadi.

Kepada wartawan dikutip Dream dari abs-cbnnews.com, Rabu 29 April 2015, Pacquiao berencana pergi ke Indonesia pada Senin (4 Mei 2015), dua hari setelah laga melawan Floyd Mayweather Jr di Las Vegas, Amerika Serikat.

Untuk rencananya ini, 'Pacman' bakal berkoordinasi dengan Presiden Filipina, Benigno Aquino Jr.

Namun kedatangan Pacquiao bukan sebagai petinju. Melainkan kunjungan kenegaraan sebagai seorang pejabat negara. Diketahui, Pacquiao merupakan anggota Dewan di Filipina.

Di tengah kesibukannya berlatih untuk pertarungan termahal dalam sejarah tinju, Pacquiao masih sempat memohonkan pengampunan atas nyawa terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso, kepada Pemerintah Indonesia.

" Saya memohon dan mengetuk hati Anda bahwa Yang Mulia, memberikan grasi khusus kepada Veloso dengan menyelamatkan dia dari eksekusi regu tembak," kata Pacquiao.

Pacman mengucapkan permohonan itu kepada televisi Filipina, GMA News TV, melalui video call dari tempat latihannya di Los Angeles.

Pernyataan Pacquiao ini dibuat beberapa jam setelah ibu Veloso, Celia, memohon kepada bintang tinju dunia itu di Filipina.

" Manny, tolong selamatkan putri saya. Apa pun yang Anda minta pasti bisa menolong karena Anda sangat populer di Indonesia," kata Celia melalui sebuah radio di Manila. (Ism) 

1 dari 7 halaman

Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane

Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane

 

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil ketputusan menunda eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso. Ini lantaran Jokowi menunggu proses hukum terhadap Mary yang saat ini berjalan di Pengadilan Filipina.

" Keputusan menunda hukuman mati Mary Jane Veloso diambil setelah Presiden mendapatkan laporan mengenai proses hukum yang sedang berjalan di Filipina. Sehingga harus dipastikan Mary Jane Veloso mendapatkan keadilan," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno seperti dikutip dalam laman setkab.go.id, Rabu, 29 April 2015.

Di samping itu, terdapat alasan lain yang juga menjadi pertimbangan pengambilan keputusan tersebut. Menurut Pratikno, ini lantaran Mary dianggap bukan sebagai aktor yang terlibat langsung dalam kasus penyelundupan narkoba, namun hanya sebagai korban.

Tidak hanya itu, Presiden Filipino Benigno Aquino III bahkan sampai menemui langsung Jokowi untuk meminta penundaan eksekusi terhadap salah satu warganya. Di hadapan Jokowi, Benigno mengatakan aktor utama dalam kasus tersebut sudah menyerahkan diri ke kepolisian Filipina.

Selengkapnya... Alasan Jokowi Tunda Eksekusi Mati Mary Jane. (Ism) 

2 dari 7 halaman

Terpidana Mati: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam!

Terpidana Mati: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam!

 

Dream - Zainal Abidin terpidana mati kasus narkoba bersumpah akan 'gentayangan' untuk menghantui eksekutor dan seluruh penegak hukum yang bertanggung jawab atas ketidakadilan yang menghancurkan hidupnya.

Zainal adalah satu-satunya warga Indonesia di antara 10 penjahat narkoba yang akan dieksekusi di hadapan regu tembak, bersama dengan terpindana Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

" Saya tidak bisa menerima perlakuan hukum yang tidak adil ini. Untuk orang-orang kecil seperti saya," kata Zainal dalam sebuah surat yang ditulis dari Lapas Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, pada 5 Maret 2015.

" Jika eksekusi tetap dilakukan, Saya akan menjadi hantu dan membalas dendam, termasuk kepada anak-anak dan istri-istri semua penegak hukum yang terlibat."

Tulisan itu dibawa oleh pengacaranya, Ade Yuliawan yang berkunjung ke Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Senin kemarin.

Kasus Zainal, buruh di pabrik perusahaan mebel dengan penghasilan pas-pasan, bermula saat seorang kenalannya, Aldo, tiba di rumahnya pada Desember 2.000 dengan tiga karung beras. 

Selengkapnya... Zainal Abidin: Arwah Saya Akan Gentayangan, Balas Dendam! (Ism) 

3 dari 7 halaman

Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

Media Australia Menulis Pengakuan `Penembak` Terpidana Mati

 

Dream - Salah seorang anggota regu tembak yang akan mengeksekusi 11 terpidana mati, termasuk 2 warga Australia Andrew Chan and Myuran Sukuraman, diberitakan berbagi perasaannya kepada koresponden media Australia, News Corp. Laporan News Corp itu kemudian dikutip oleh sejumlah media di Australia. 

Kepada koresponden News Corp, pria muda itu yang menjadi anggota salah satu kesatuan itu menjelaskan bahwa dia menjadi salah satu penembak yang menembak lima terpidana mati di Nusakambangan pada 18 Januari malam lalu.

Dan kali ini, dia kembali diberi tugas sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati gelombang kedua, yang tinggal menunggu beberapa hari saja.

Kepada responden News Corp dikutip News.com.au, Rabu 11 Maret 2015, si eksekutor bercerita tentang pengalamannya sebagai salah satu anggota regu tembak terpidana mati di Nusakambangan dan juga tentang perasaannya. 

Selama ini, begitu media itu menulis, dia tidak akan pernah tahu apakah diberi senapan dengan peluru tajam atau hampa. 

Selengkapnya...  Media Australia Menulis Pengakuan `Algojo`. (Ism) 

4 dari 7 halaman

Keajaiban` di Menit Terakhir Eksekusi Mary Jane

Keajaiban` di Menit Terakhir Eksekusi Mary Jane

Dream - Delapan terpidana mati kasus narkoba telah dieksekusi oleh regu tembak di penjara Besi di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu dini hari tadi.

Sebenarnya regu tembak dari Brimob Polri harus mengeksekusi sembilan orang. Namun salah satunya, Mary Jane Fiesta Veloso dari Filipina, batal dieksekusi.

Penundaan eksekusi untuk Mary Jane karena ada permintaan dari Presiden Filipina, Benigno Aquino III.

Dalam keterangannya Kejaksaan Agung mengatakan tersangka yang menjebak Mary Jane, masuk sindikat perdagangan narkoba telah menyerahkan diri di Filipina.

Untuk itu, eksekusi untuk Mary Jane untuk sementara ditunda karena kesaksiannya diperlukan dalam persidangan kasus perdagangan manusia di Filipina.

" Ini sebuah keajaiban di menit terakhir eksekusi. Kami sangat bahagia. Saya tidak percaya anak saya masih hidup," kata Celia Veloso, ibu dari Mary Jane kepada stasiun radio Filipina,DZMM.

Diketahui, beberapa saat sebelum Mary Jane menuju lapangan tembak, Maria Kristina Sergio, terduga perekrut Mary Jane, menyerahkan diri kepada kepolisian Filipina pada Selasa 28 April 2015, pukul 10 pagi waktu setempat.

Selengkapnya... `Keajaiban` Detik Terakhir Eksekusi Mary Jane. (Ism)

5 dari 7 halaman

Lukisan Merah Putih `Berdarah` dari Terpidana Mati

Lukisan Merah Putih `Berdarah` dari Terpidana Mati

Dream - Salah satu permintaan terakhir Myuran Sukumaran sebelum dieksekusi mati adalah melukis. Sesuai permintaan itu, terpidana mati kasus penyelundupan narkotika itu terus melukis hingga penghujung hidup. Lukisan-lukisan itu merupakan ekspresi perasaannya.

Dikutip Dream dari ABC Radio Australia, Rabu 29 April 2015, salah satu lukisan Sukumaran adalah lukisan wajahnya sendiri setelah menerima pemberitahuan waktu eksekusi mati tinggal tingal 72 jam. Dalam lukisan itu, terpidana kasus " Bali Nine" ini menulis " Dua hari terakhir, Myuran Sukumaran, Penjara Besi, Nusakambangan."

Sukumaran juga sempat melukis sebuah jantung. Lukisan berjudul " Satu hati, satu rasa dalam cinta" ini kemudian dibubuhi tanda tangan dari rekan-rekan napi lainnya. Lukisan lainnya adalah darah yang menetes di atas merah-putih. ABC Radio Australia menulis lukisan ini bisa diasosiasikan dengan bendera Indonesia.

Selengkapnya.. Merah Putih `Berdarah` dari Terpidana Mati. (Ism)

 

6 dari 7 halaman

Terpidana Mati yang Dibela Anggun Belum Dieksekusi Mati

Terpidana Mati yang Dibela Anggun Belum Dieksekusi Mati

Dream - Serge Areski Atlaoui, terpidana mati yang dibela artis Anggun C Sasmi, lolos dari eksekusi mati tahap 2 yang dilakukan Rabu dini hari tadi.

Nama Serge dicabut dari daftar hukuman mati gelombang kedua karena ia mengajukan perlawanan terhadap keputusan presiden soal grasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara di saat terakhir menjelang eksekusi.

" Dia mendaftarkan itu pada menit-menit terakhir batas waktu pengajuan pada Kamis 23 April 2015 pukul 16.00 WIB," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana.

Jadi, kata Tony, penundaan eksekusi Serge bukan akibat tekanan pemerintah Perancis. Saat ini, eksekusi mati Serge tinggal menunggu putusan PTUN, jika ditolak maka segera dieksekusi tersendiri.

Serge adalah pria kelahiran Perancis, 16 Desember 1963. Ia merupakan salah satu pembangun pabrik narkotika terbesar ketiga dunia yang berlokasi di Cikande, Tangerang. Di pabrik itu....Selengkapnya klik di sini. 

7 dari 7 halaman

Kata-kata Terakhir Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi

Kata-kata Terakhir Terpidana Mati Sebelum Dieksekusi

Dream - Terpidana mati biasanya akan diberikan waktu untuk mengatakan ucapan kalimat atau permintaan terakhir sebelum dieksekusi. Ada yang menghabiskan kesempatan itu untuk melempar candaan, ada juga pesan-pesan yang membuat kita bergidik. Simak videonya!

(Ism, Sumber: TheRichest/YouTube)

 

Beri Komentar