Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Vandalisme Di Bandung (twitter.com/@ndadz)
Dream - Vandalisme belakangan merebak di Bandung setelah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika. Seluruh properti yang mempercantik Kota Kembang itu dirusak oleh anak-anak muda. Hanya demi alasan eksis.
Hal itu membuat Walikota Bandung Ridwan Kamil naik pitam. Kerja kerasnya bersama banyak pihak untuk membenahi wajah Bandung, rusak hanya dalam sekejap.
" Wajah-wajah terpelajar, tapi brengsek," ujar Ridwan dalam akun twitternya @ridwankamil, Kamis, 30 April 2015.
Kalimat itu diunggah sebagai komentar atas foto yang diposting akun @ndadz. Dalam foto itu terlihat beberapa tulisan penanda peserta KAA yang harusnya tidak bisa diambil, justru digunakan beberapa anak muda untuk berfoto. Dilepas dari tembok tulisan semua negara peserta KAA.
Dalam postingan foto tersebut, pemilik akun juga mengunggah tulisan. Ia mempertanyakan kenapa tulisan tersebut diambil.
" Ini Manusia oon apa kumaha? ko dibuka tulisana???" tulis pemilik akun.
Kasus pencopotan tulisan merupakan salah satu dari sekian banyak tindakan vandalisme di Bandung. Bentuk vandalisme lain yaitu perusakan bangku taman.
Fakta ini terkuak dalam sebuah foto yang diunggah oleh pemilik akun Fadil_Simeray dalam laman instagram. Di foto tersebut, pemilik akun terlihat berdiri di atas bangku taman sambil mengenakan kaos bertulisan 'NO RULES FOR THE YOUNG' yang berarti 'Tidak ada aturan buat anak muda'.
Postingan itu membuat Ridwan geram. Seketika ia menulis kalimat kasar untuk menunjukkan amarah.
" Kamu bikin malu! Do you how much I fight day and night for these things to be there!!??" tulis walikota yang karib disapa Kang Emil ini.
Si pengunggah itu kemudian meminta maaf dalam sebuah surat. Ridwan memaafkan, tetapi tetap memberikan hukuman dengan mengepel Jalan Braga.
Hal itu dipatuhi oleh pengunggah akun. Acara mengepel Jalan Braga akan dilakukan pada hari Jumat, 1 Mei 2015 pukul 09.00 WIB. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya