Paket Stimulus II Redam Kepanikan, Indeks Bluechip Syariah Berbalik Menguat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 13 Maret 2020 16:57
Paket Stimulus II Redam Kepanikan, Indeks Bluechip Syariah Berbalik Menguat
Bagaimana dengan IHSG?

Dream - Indeks bluechips syariah berhasil berbalik menguat meski pasar saham Indonesia sempat mengalami pembekuan perdagangan akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat anjlok di atas 5 persen. Sayang penguatan itu tak bisa diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).  

Kepanikan pelaku pasar mereda setelah pemerintah mengumumkan paket stimulus kedua yang salah satunya mengatur tentang penanggungan pajak penghasilan (PPh) pegawai selama enam bulan.

Relaksasi juga diberikan untuk PPh pasal 22 impor yang berlaku 19 sektor pengolahan dan potongan PPh pasal 25 sebesar 30 persen. 

Mengutip data perdagangan BEI, Jumat, 13 Maret 2020, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) masih terpeleset setelah turun 0,153 poin (0,11%) ke level 142,208. ISSI dibuka melemah di level 142,361 dan sempat terjun ke level terendah di 135,090.

Kabar stimulus jilid II yang diumumkan pemerintah mendorong investor yang panik kembali ke lantai bursa. Aksi beli saham membuat ISSI kembali bangkit dan menembus zona positif dengan level tertinggi di 143,173.

Sayangnya ISSI diserang aksi jual jelang sesi penutupan sehingga kembali terpeleset menyambut libur akhir pekan ini.

Sebaliknya penguatan terjadi pada dua indeks keping biru syariah.  Jakarta Islamic Index (JII), sore ini ditutup naik tipis 1,195 poin (0,23%) ke level 514,153.

Penguatan tipis juga dialami indeks JII70 yang menanjak 0,123 poin (0,07%) ke level 171,297.

Sementara itu IHSG yang sempat rontok di atas 5 persen turut terdorong sentimen stimulus yang disiapkan pemerintah. IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan tipis 11,823 poin (0,24%) ke level 4.907,571.

1 dari 5 halaman

Rupiah Masih Sama Saja

Indeks infrastruktur menanjak 1,41 persen, keuangan 1, 09 persen, barang konsumsi 0,74 persen, dan perdagangan 0,24 persen.

Indeks industri dasar melorot 3,44 persen, pertanian 2,08 persen, industri aneka 0,95 persen, manufaktur 0,75 persen, dan pertambangan 0,71 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah ICBP yang harga sahamnya meningkat Rp450, UNTR Rp400, MAPA Rp310, UNVR Rp275, dan INDF Rp250.

Sebaliknya, harga saham INTP terkoreksi Rp775, AALI Rp475, TPIA Rp475, ITMG Rp325, dan GTMD Rp300.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah masih keok. Pada 16.41, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 254 poin (1,72%) ke level Rp14.759 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah `Kebakaran`, Perdagangan BEI Disetop Karena IHSG Rontok 5%

Dream - Bursa saham Indonesia terkena kebijakan penghentian sementara (halt trading) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas di atas 5 persen. Keputusan itu dibuat sekitar 30 menit sebelum penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis. 12 Maret 2020.

Kondisi pasar modal Indonesia yang terkena halt trading dipicu kepanikan pelaku pasar terhadap wabah virus corona sehingga melakukan aksi jual besar-besaran. Dua indeks saham bluechips syariah bahkan terjun bebas di atas 5 persen. 

Pada penutupan perdagangan hari ini, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) anjlok sampai 7,085 poin (4,74%) ke level 142,361. ISSI langsung membuka sesi perdagangan di zona merah di level 146,922.

Sentimen keputusan WHO yang menetapkan virus corona sebagai pandemik global memicu kepanikan pelaku pasar. ISSI yang tertekan sempat terseret ke level terendah di 142,361.

 

 © Dream

 

Kepanikan terlihat pada para pemburu saham-saham unggulan syariah. Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) terjun sampai 29,346 poin (5,41%) ke level 512,958.

Koreksi tajam juga dialami indeks JII70 yang terpangkas 10,033 poin (5,54%) ke level 171,174.

Sentimen negatif yang memicu aksi keluar pasar modal dari investor membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG sampai terhempas dari level psikologis 5000.

IHSG hari ini menutup perdagangan dengan koreksi 258,357 poin (5,01%) ke level 4.895,748.

3 dari 5 halaman

Saham Sektoral Terkapar

Semua indeks sektoral membara. Pelemahan terbesar terjadi di indeks industri dasar yang terpangkas sampai 8,47 persen. Disusul sektor pertanian 5,71 persen, pertambangan 5,60 persen, dan keuangan 5,44 persen.

Emiten syariah yang bertengger di posisi top gainer lebih banyak dihuni saham-saham lapis dua. Emiten GHON menjadi top gainer saham syariah dengan kenaikan Rp270, BUKK Rp80, SIPD Rp80, PNSE Rp74, dan PICO Rp68.

Sementara bluechips syariah ramai-ramai berguguran di tengah kepanikan pelaku pasar. Top losser saham syariah dipimpin INTP yang terkoreksi Rp1.350, UNTR Rp1.100, AALI Rp750, ITMG Rp725, dan TPIA Rp700.

Dari pasar uang, dolar AS masih berkuasa. Pada 16.29, kurs dolar AS naik 167 poin (1,15%) ke level Rp14.541 per dolar AS.(Sah)

4 dari 5 halaman

Corona Bikin Indeks Syariah Tiarap, IHSG Terlempar dari Level 5 ribu

Dream - Baru saja dibuka, indeks syariah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah. Bahkan, IHSG terjungkal dari level 5 ribu ke level 4 ribu.

Pada papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 12 Maret 2020, pukul 09.30, IHSG merosot 197,317 poin (3,83%) ke level 4.956,788. IHSG terus turun setelah dibuka di 5.032,882.

 

 © Dream



Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melorot 5,585 poin (3,74%) ke level 143,861.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), anjlok 23,945 poin (4,41%) ke level 518,359.

Indeks JII70 terjun 8,142 poin (4,49%) ke level 173,065.

5 dari 5 halaman

Ketakutan Terhadap Virus Corona Makin Menjadi

Pelemahan perdagangan ini disebabkan oleh faktor ketidakpastian global. Ditambah lagi ada kecemasan investor setelah WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi.

Sektor industri dasar, properti, dan keuangan terkena imbasnya. Indeks indusrtri dasar rontok 6,95 persen, properti 4,68 persen, dan keuangan 3,97 persen.

Dari pasar uang, rupiah juga ikut tiarap. Dolar AS menanjak 37 poin (0,26%) ke level Rp14.411 per dolar AS.

Beri Komentar