Pemerintah Minta DKI Jakarta Perketat WFH Hingga 8 Januari 2021

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 15 Desember 2020 11:12
Pemerintah Minta DKI Jakarta Perketat WFH Hingga 8 Januari 2021
Jumlah pekerja yang bekerja dari rumah diupayakan mencapai 75 persen.

Dream - Pemerintah meminta DKI Jakarta diminta memperketat kebijakan work from home atau bekerja dari rumah. Kapasitas pekerja dari rumah diupayakan hingga 75 persen terhitung mulai 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

" Membatasi jam operasional hingga pukul 19.00 WIB serta membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mal, dan tempat hiburan," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, saat Rakor Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, secara virtual.

Tak hanya itu, pusat perbelanjaan diimbau memberikan keringanan rental dan service charge untuk tenant. Sehingga pengetatan yang dijalankan pemerintah tidak memberatkan tenant di pusat perbelanjaan.

" Skema keringanan penyewaan dan service charge agar disetujui bersama antara pusat perbelanjaan dan tenant. Contoh di antaranya prorate, bagi hasil, atau skema lainnya," kata dia.

1 dari 5 halaman

Rapid Test Antigen di Bandara

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan melarang kegiatan tahun baru yang mengundang kerumunan. Juga untuk perayaan Natal melibatkan banyak orang.

Selain itu, DKI juga memberlakukan kewajiban rapid test antigen untuk masyarakat yang masuk melalui jalur udara. Dia berharap kebijakan ini turut diberlakukan di Jabodetabek.

" Kami memberlakukan hal ini, Pak Menko, dan saya harap di satu kawasan Jabodetabek juga diberlakukan policy yang sama," kata Anies.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Pengumuman Hasil Uji Klinis Vaksin Sinovac Mundur Hingga Maret 2021

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengungkapkan hasil uji klinis tahap ke tiga vaksin Covid-19 Sinovac belum dapat diumumkan Desember ini sesuai target. Hasil baru bisa diumumkan paling cepat Maret 2021.

Ridwan mengatakan hal ini karena terdapat perubahan ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Menurut dia, BPOM mengharuskan pemeriksaan darah tidak hanya dilakukan dalam tiga bulan dari suntikan terakhir namun juga enam bulan.

" Ada perubahan dari BPOM ternyata relawan vaksin Covid Bio Farma ini harus dicek tidak hanya tiga bulan seperti bulan ini, tapi juga di saat enam bulan, jadi artinya kami harus diambil darah lagi di bulan Maret," ujar Ridwan, disiarkan channel YouTube Humas Jabar.

Pada Senin, 14 Desember 2020, Ridwan dan para relawan vaksin Covid-19 menjalani pengambilan darah di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Ini merupakan pengambilan darah kedua setelah tiga bulan sebelumnya.

 

3 dari 5 halaman

Seluruh Relawan Sehat dan Selalu Negatif Covid-19

Ridwan memastikan dia dan para relawan dalam kondisi sehat. Para relawan juga sudah berulang kali menjalani tes usap (swab test) dan hasilnya selalu negatif.

Meski begitu, belum dapat disimpulkan hasil negatif tersebut terjadi berkat vaksin atau karena daya tahan tubuh. Ridwan juga memastikan proses uji klinis berjalan transparan dan jika sakit maka akan dilaporkan ke tim peneliti.

" Jadi yang tadinya kita sampaikan pengumuman berhasil atau tidaknya vaksin Covid ini di bulan Desember, kemungkinan akan diundur ke bulan Maret, karena BPOM ingin memastikan kandungan dari antibodi kita itu berlimpah di rentang waktu yang lebih panjang," kata Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap menjalankan protokol kesehatan. Saat ini vaksin Sinovac disimpan di kantor pusat Bio Farma dan segera diuji oleh BPOM.

" Kalau itu sudah melewati tes ketiga dan tinggal diumumkan secara resmi oleh BPOM, jadi bolanya ada di BPOM untuk tipe vaksin yang diimpor langsung, dan itu kalau ada karena jumlahnya terbatas hanya 1 juta sekian itu akan diprioritaskan tentunya untuk tenaga kesehatan, TNI polri kemudian profesi yang rawan dalam pelayanan publik dan warga di zona merah," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Mengapa Pemerintah Pilih Vaksin Sinovac? Ini Alasannya

Dream - Pemerintah memutuskan mendatangkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac awal Desember 2020. Padahal, saat ini banyak perusahaan yang telah mengembangkan vaksin Covid-19, bahkan sudah mulai digunakan vaksinasi di beberapa negara.

Juru Bicara Vaksin Covid-19, Bambang Heriyanto, mengatakan, pemerintah memilih vaksin buatan Sinovac karena pengembangannya paling cepat. Selain proses pembuatannya juga lebih dulu dibandingkan vaksin dari perusahaan lain.

" Jadi tadi karena Sinovac tercepat, terdepan juga termasuk sudah masuk dalam fase III," ujar Bambang dalam diskusi virtual.

Bambang mengatakan saat ini mulai muncul produk vaksin dari perusahaan lain, seperti dari Pfizer, Moderna, juga Sinovac. " Cuma dalam satu kelompok itu Sinovac yang terdepan," tambah Bambang.

5 dari 5 halaman

Termasuk Cepat

Bambang mengatakan ada ratusan penelitian untuk pengembangan vaksin Covid-19. Dari riset tersebut, sudah ada 10 pengembang yang terdepan dalam penelitian vaksin Covid-19, salah satunya Sinovac.

Vaksin dari Sinovac kini juga menjalani uji klinis tahap III di Indonesia. Karena itulah vaksin ini diyakini menjadi yang terdepan dibandingkan dari perusahaan lain.

" Ada namanya soft list ya, ada sekitar 10 pengembang yang sudah terdepan dalam mengembangkan vaksin Covid-19, salah satunya Sinovac. Ada juga di situ Pfizer, Sinopharm, ada Moderna. Kita melihat Sinovac ini termasuk yang cepat," ucap Bambang.

Alasan lain, kata Bambang, kompetensi teknologi dalam pengembangan vaksin. Menurut dia, Sinovac punya kompetensi yang sama dengan Bio Farma dalam platform inactivated.

Dengan begitu, diharapkan terjadi transfer pengetahuan. Sehingga Indonesia bisa mengembangkan vaksin sendiri.

" Artinya kalau terjadi di situ ada transfer teknologi kita menuju ke arah mandiri, seperti yang dikatakan pak Jokowi harus cepat, aman dan mandiri. Artinya kan kita nanti suatu saat kita bisa buat vaksin sendiri," terang Bambang.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar