Ilustrasi Orang Hendak Membayar Zakat. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Memiliki potensi zakat sampai Rp 217 triliun per tahun, Indonesia baru mampu menghimpun Rp 6 triliun atau kurang dari 2 persen. Minimnya pencapaian penghimpunan zakat itu dikarenakan adanya sejumlah kendala termasuk belum ada sinkroniksasi antara pembayaran zakat dan pajak.
“ Sinkronisasi antara pembayaran zakat dan pajak belum menemukan format yang ideal, yaitu zakat sebagai pengurang pajak seperti yang diharapkan,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, dalam " Konferensi World Zakat Forum: Penguatan Peran Zakat sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan" di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
Sekadar informasi, pemerintah selama ini didesak untuk memasukkan pembayaran zakat sebagai pengurang pembayar pajak penghasilan. Usulan itu mengemuka dalam muzakarah (diskusi) tentang zakat sebagai pengurang pajak yang digelar oleh Kementerian Agama.
Muzarakah ini menilai insentif pengurangan pajak bagi wajib pajak yang membayar zakat belum berlaku secara efektif.
Kendala yang kedua, kata Tarmzi, adalah adanya ketimpangan antara potensi zakat dengan realisasi pengumpulan yang dilakukan oleh organisasi pengelola zakat yang resmi. Dikatakan bahwa potensi zakat di Indonesia sebesar Rp217 triliun per tahun, tetapi realisasinya sebesar Rp6 triliun.
“ Belum ada 2 persen,” kata dia.
Tarmizi mengatakan kendala ketiga adalah pertumbuhan lembaga zakat tidak otomatis mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Mengapa Kaki Kecil Pernah Dianggap Cantik di China? Sejarah Tradisi Ikat Kaki yang Menyakitkan

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah