Perluas Bisnis Syariah, Pegadaian Gandeng Lembaga Wakaf MUI

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 23 Juni 2020 07:33
Perluas Bisnis Syariah, Pegadaian Gandeng Lembaga Wakaf MUI
Apa bentuk kerja samanya?

Dream – PT Pegadaian (Persero) memperluas layanan bisnis syariah dengan menggandeng Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberdayakan penggerak wakaf dan sahabat wakaf menjadi agen Pegadaian Syariah. Dengan kerja sama ini, kapasitas dan pendapatan mereka bisa meningkat.

Tak hanya itu, Pegadaian juga menggalang sedekah wakaf emas melalui investasi emas dan tabungan emas.

Dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 23 Juni 2020, Direktur Jaringan Operasi dan Penjualan Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan agen Pegadaian Syariah, penggerak wakaf, dan sahabat wakaf menjadi saluran pemasaran serta penggalangan distribusi produk dan layanan perusahaan. Pihak-pihak ini juga melayani sedekah wakaf emas.

“ Agen-agen Pegadaian Syariah tersebut nantinya akan memperoleh bagi hasil (fee) sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Damar dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Lembaga Wakaf MUI di Jakarta.

Dia mengatakan bagi hasil dihitung berdasarkan transaksi produk dan layanan Pegadaian Syariah. Misalnya, pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah), pembiayaan ibadah haji (Arrum Haji), pembiayaan usaha mikro (Arrum Mikro), gadai syariah (Rahn), Arrum Emas dan Tabungan Emas.

1 dari 6 halaman

Permudah Masyarakat Akses Layanan Syariah

Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat MUI DR. Nadjamudin Ramly menyambut baik kerja sama antara Kedua Pihak. Kerja sama ini sangat penting untuk membumikan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“ Saat ini kesadaran umat untuk mengimplementasikan ekonomi Islam semakin meningkat. Oleh karena itu kerja sama Pegadaian dengan Lembaga Wakaf MUI ini akan mempermudah masyarakat untuk mengakses produk dan layanan syariah yang ditawarkan oleh Pegadaian Syariah,” kata Ramly.

Dalam kerja sama ini Lembaga Wakaf MUI bersama-sama dengan Pegadaian Syariah akan melakukan sosialisasi, pembinaan, pendampingan, dan bimbingan teknis kepada Penggerak Wakaf dan Sahabat Wakaf. Selain itu juga melakukan monitoring dan evaluasi agar keagenan yang dilakukan berjalan dengan baik.

Penggalangan sedekah wakaf emas melalui Pegadaian Syariah ini dilatarbelakangi oleh pengalaman panjang Pegadaian dalam bisnis emas dan didukung oleh 4.000 lebih outlet dan 9 ribu lebih agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari sisi layanan, perusahaan juga memanfaatkan teknologi informasi dengan aplikasi Pegadaian Syariah Digital.

2 dari 6 halaman

Jangan Tertipu! Pegadaian Tak Pernah Gelar Lelang Online

Dream - Modus penipuan lelang online melalui media sosial marak dilakukan belakangan ini. Salah satu yang menjadi korbannya adalah PT Pegadaian (Persero) yang namanya dicatut oleh para pelaku.

Sekretaris PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo meminta masyarakat mewaspadai penipuan berkedok lelang online yang mengatasnamakan Pegadaian. Penipuan dengan modus  baru ini sedang marak beredar melalui berbagai media sosial oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

© Dream

 

" Sampai saat ini Pegadaian tidak memiliki program atau melakukan lelang secara online. Proses lelang dilakukan secara langsung dan terbuka untuk semua orang di outlet-outlet Pegadaian, bazar, atau pameran" , kata Swasono, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 10 Juni 2020.

Untuk melindungi keamanan perusahaan dan nasabah, perusahaan pelat merah ini menggandeng Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

3 dari 6 halaman

Sudah Sejak Lama

Sementara itu, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja mengatakan penipuan yang berkedok lelang tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama. Awalnya, jenis kejahatan ini bersifat konvensional, seiring dengan perkembangan zaman pelaku mengubah tindak kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi salah satunya melalui media sosial.

" Penipuan lelang online ini adalah salah satu opportunity yang memanfaatkan kesulitan ekonomi masyarakat dengan menawarkan produk fiktif online dengan harga miring melalui lelang," kata Ardi.

Ardi juga menjelaskan modus pelaku kejahatan lelang online ini, tidak mengenal umur, status sosial, tingkat pendidikan, kedudukan dan jabatan. Hampir semua tingkatan masyarakat tersebut menjadi korban. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat Indonesia jauh lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Kejahatan lelang apapun akan sulit dicegah, terkecuali bila seluruh masyarakat Indonesia bersama-sama membangun awareness. Hal ini dapat dilakukan melalui edukasi dimulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, juga dipadukan dengan pembangunan literasi digital.

" Program komunikasi publik juga harus dijadikan salah satu program strategis yang rutin dijalankan guna menekan potensi kerugian yang bisa timbul akibat tindakan-tindakan kejahatan seperti lelang online," kata dia.

4 dari 6 halaman

Hati-Hati! Marak Penipuan Berkedok Lelang Online

Dream - Sahabat Dream, di media sosial banyak beredar penawaran lelang dengan harga sangat miring. Tidak tanggung-tanggung, penawaran tersebut mencatut nama perusahaan gadai terkemuka.

Terkait hal ini, Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) meminta masyarakat untuk waspada. Sebab, terdapat potensi penipuan di balik tawaran lelang online tersebut.

 

© Dream

 

Ketua Umum PPGI, Harianto Widodo, meminta masyarakat berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial tentang lelang online. Ketidakwaspadaan dapat mengakibatkan kerugian, tidak hanya masyarakat saja tapi juga perusahaan yang dicatut namanya.

" Dengan perkembangan digital saat ini, banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan tentang lelang online yang mengatasnamakan sebuah perusahaan besar. Masyarakat diminta agar tidak tergiur dengan barang lelang yang ditawarkan," ujar Harianto melalui keterangan tertulis diterima Dream.

 

5 dari 6 halaman

Modus Pelaku

Oknum lelang online ini biasanya menawarkan barang-barang, seperti laptop, ponsel mewah, emas, dan lain-lain dengan harga yang sangat murah. Barang-barang tersebut ditawarkan melalui akun-akun media sosial dengan mencatut nama perusahaan gadai.

Untuk meyakinkan calon korbannya, tidak jarang oknum tersebut menampilkan foto dengan identitas karyawan perusahaan. Kemudian, oknum-oknum lelang palsu akan meminta korbannya untuk transfer sejumlah uang sesuai dengan barang yang akan dibeli.

" Kalau sudah sampai tahap transaksi, oknum penipu ini akan langsung menghapus akun media sosialnya, mengganti nomor handphone, dan menutup rekening yang dipakai untuk transaksi," kata Harianto yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero).

 

6 dari 6 halaman

Pilih Perusahaan Gadai Resmi

Untuk itu, Harianto meminta masyarakat lebih berhati-hati dengan mengkonfirmasi kabar lelang online ke perusahaan yang namanya dicatut.

PPGI juga meminta masyarakat tidak tergiur tawaran akun-akun perusahaan gadai online palsu. Masyarakat juga diminta berhati-hati dalam memilih layanan untuk bertransaksi gadai.

Harianto menyarankan masyarakat jasa gadai perusahaan yang berizin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

" Transaksi dijamin lebih aman, hak-hak konsumen terlindungi, dan pemberian pinjaman yang transparan," kata dia.

Beri Komentar