Bangun PLTMG, PLN-JOB Simenggaris Terjun Tinjau Lokasi Pembangunan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 13 September 2018 17:55
Bangun PLTMG, PLN-JOB Simenggaris Terjun Tinjau Lokasi Pembangunan
Pembangkit ini akan memasok listrik 40 Megawatt.

Dream – PT PLN (Persero) dan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris (JOB Simenggaris) terus bekerja sama untuk menambah pasokan listrik di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya adalah memastikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sei Menggaris 40MW dan transmisi 150kV berjalan sesuai rencana.

Upaya mengawal pembangunan ini dilakukan dengan melakukan site survey penetapan lokasi pembangunan pembangkit mulut sumur gas PLTMG Sei Menggaris di lapangan JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris.

Ketua Tim Monetisasi JOB Pertamina-Medco Simenggaris Amrullah Hakim, berharap kunjungan kali ini bisa membuat pihak terkait bisa menetapkan tata waktu pembangunan proyek.

“ Sehingga pembangunan pembangkit mulut sumur gas PLTMG Sei Menggaris 40MW dan transmisi 150kV dapat berjalan lancar dan beroperasi pada akhir 2020,” kata Amrullah di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 13 September 2018.

Sekadar informasi, PLTMG Sei Menggaris akan mendapat pasokan gas dari lapangan migas JOB Simenggaris berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara JOB Pertamina-Medco E&P Simenggaris dan PLN dan RUPTL PLN 2018-2027.

Dalam perjanjian itu, Blok Simenggaris di Kaltara akan memasok gas dengan total jumlah kontrak sebesar 21,6 TBTU hingga tahun 2028 dengan jumlah penyerahan harian kepada PLN sebesar 8 BBTUD.

Hal terpenting dalam pembangunan infrastruktur energi dan kelistrikan, khususnya transmisi listrik adalah pembebasan lahan. Pemprov Kaltara dan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia telah memberi dukungan penuh bagi PLN dalam pembebasan lahan untuk tapak transmisi dengan menggunakan UU No 2/2012.

Dengan aturan ini, PLN bisa mengejar penyelesaian pembangunan transmisi Simenggaris - Tideng Pale – Bulungan di akhir 2020. Sementara transmisi Sekatak – Tarakan diharapkan bisa beroperasi di awal tahun 2021 sehingga di awal tahun 2021 PLTMG mulut sumur Sei Menggaris sudah bisa memasok listrik pada sistem Bulungan – Berau – Tarakan.

Pada awal April 2018, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, menyatakan Kaltara memiliki berbagai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Pemerintahannya mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk soal pembebasan lahan yang selama ini masih menjadi kendala utama.

1 dari 2 halaman

BCA Syariah Fasilitasi Pembiayaan Rp100 M untuk Proyek PLN

Dream – PT BCA Syariah bergabung dengan sindikasi pembiayaan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN. Bank syariah ini memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp100 miliar untuk PLN.

Pembiayaan menggunakan akad musyarakah merupakan bagian dari sindikasi pembiayaan senilai Rp14 triliun. Total pendanaan ini berasal dari 13 lembaga keuangan, baik konvensional maupun syariah.

“ Partisipasi BCA Syariah merupakan bentuk dukungan kami untuk menyukseskan program pembangunan pemerintah,” kata Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 27 Agustus 2018.

Fasilitas pembiayaan tersebut bertujuan untuk pembiayaan investasi PLN yang didalamnya tercantum program realisasi pembangunan pembangkit listrik 35 ribu MW. Pembangunan infrastruktur listrik dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2018 bertujuan untuk menyediakan tenaga listrik yang andal dan terjangkau bagi pelaku industri dan masyarakat Indonesia.

Penandatangan dilakukan bersama-sama oleh peserta pembiayaan sindikasi di Plaza Mandiri, Gatot Subroto, Jakarta.

“ Ketersediaan listrik yang memadai dapat meningkatkan produktivitas industri dan masyarakat yang tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya, 31 Juli 2018 lalu, BCA Syariah juga ikut dalam penyaluran pembiayaan sindikasi untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Jalan layang Cikampek). Pembiayaan yang disalurkan sebanyak Rp100 miliar.

Pembiayaan infrastruktur telah menjadi salah satu target penyaluran pembiayaan BCA Syariah di 2018, diantaranya di bidang pembangunan jalan raya/tol, pembangkit tenaga listrik dan lainnya.

Tahun ini, BCA Syariah memproyeksikan pembiayaan infrastruktur sekitar Rp250 miliar—Rp500 miliar dengan mempertimbangkan tingkat permintaan di pasar dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Penyaluran pembiayaan BCA Syariah pada semester 1-2018 meningkat sebesar 21,3 persen (yoy) menjadi Rp4,7 triliun. Penyaluran pembiayaan masih fokus pada sektor produktif khusunya segmen komersial diikuti oleh UMKM dan konsumer. Rasio pembiayaan bermasalah tetap berada pada level yang rendah dengan NPF Gross 0,73 persen dan NPF Nett 0,31 persen.

“ Kami menargetkan pembiayaan tahun ini meningkat 15—20 persen dibandingkan akhir tahun lalu”, kata John.

2 dari 2 halaman

38 Tahun Diterapkan, Ini Rahasia Sukses Bos PLN

Dream – Siapa tak mengenal Sofyan Basir. Usai memimpin bank terbesar di Indonesia, BRI, pria berusia 55 tahun ini dipercaya pemerintah menjadi komando penguasa bisnis listrik di Tanah Air, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN.

Dilansir dari Wikipedia, Selasa 5 Juni 2018, Sofyan merintis kariernya sebagai bankir pada 1981. Ketika itu, dia bekerja di Bank Duta. Lalu, pada 1986, sarjana ekonomi STIE Ganesha, Jakarta, bergabung di Bank Bukopin.

Di sana, dia menjabat beberapa jabatan penting, dari manajer sampai direktur. Bahkan, Sofyan menjadi direktur komersial Bank Bukopin.

Karier Sofyan menanjak menjadi pimpinan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) dan menjadi direktur utama PT PLN.

Ternyata, Sofyan punya satu rahasia untuk mencapai kesuksesan. Sofyan senantiasa menerapkan prinsip ikhlas ketika bekerja.

“ Terpenting adalah satu, kerja itu ikhlas,” kata dia di Graha Widya Wisuda Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, dikutip dari Merdeka.com.

Sofyan mengatakan, tiga dekade yang lalu, dia merintis kariernya dari bawah. Lalu, kariernya menanjak berkat “ kunci” ini.

Menurut Sofyan, kariernya saat ini tak berbeda dengan orang-orang yang baru memulai kerja. Tanpa malu Sofyan mengatakan jika kondisinya 38 tahun lalu sama seperti para pegawai lainnya. Menjadi pegawai bawahan.

" Awalnya berkarir sama seperti kalian dari bawah tapi perlahan-lahan berkembang naik, sampai akhirnya dipercaya jadi Dirut PLN," katanya di hadapan 1.000 para account officer (AO) program Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) 

Dengan pencapaiannya selama ini, Sofyan berpesan agar ribuan pegawai baru itu juga memiliki prinsip kerja yang sama. " Terpenting adalah, satu, kerja itu ikhlas," ujarnya.

(Sah)

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham