Sleeper Bus Juragan99 (YouTube Mas Arkan)
Dream - Sekarang bepergian ke luar kota menggunakan bus kian mudah. Ada banyak armada yang bisa dipilih, mulai dari fasilitas yang biasa saja hingga kelas eksklusif.
Berbagai inovasi yang dimunculkan perusahaan jasa pun semakin gencar, salah satunya Juragan99 Trans. Bisnis transportasi darat yang didirikan Gilang Widya Pramana ini punya armada ‘sleeper bus’.
Perusahaan asal Malang, Jawa Timur, ini menawarkan fasilitas bus berisi kamar dan hanya berkapasitas untuk sebelas penumpang.
Penampakan dari ‘sleeper bus’ ini memang berbeda dari bus pada umumnya. Lebih mewah dan eksklusif. Tiketnya saja dibanderol dengan harga Rp620 ribu untuk kelas Sleeper, dan Rp640 ribu untuk kelas Sleeper Top.

Seperti yang terlihat dari YouTube Mas Arkan, bus yang memiliki julukan 'Kobochan' ini berbentuk seperti hotel kapsul.

Untuk kelas Sleeper Top berada di bagian depan. Penumpang pun dapat melihat pandangan depan dengan jelas. Disajikan pula televisi berukuran besar yang dapat dilipat.

Sedangkan untuk bus kelas Sleeper lain, kursi dapat dilipat hingga posisi rebah. Para penumpang mendapatkan fasilitas bantal, selimut serta beberapa fitur.

Sesuai namanya yang memberikan kemudahan tidur dalam perjalanan, penumpang akan diberikan penutup mata dan headset yang bisa untuk hiburan sambil rebahan di dalam bus. Sambil ngemil pun bisa, karena mereka juga mendapatkan snack.

Selain sncak, penumpang juga bisa menikmati suguhan minuman hangat di bagian belakang. Ada tempat khusus untuk dispenser, rak minuman teh, kopi, susu, dan lainnya.

Kondisi toilet juga terlihat baik. Penampakannya cukup besar dan nyaman dengan closet duduknya.

Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru