Indeks Syariah Rontok Akibat `Ulah` AS dan Virus Corona

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 26 Februari 2020 16:48
Indeks Syariah Rontok Akibat `Ulah` AS dan Virus Corona
Investor jadi takut melantai gara-gara indonesia jadi negara maju.

Dream - Indeks syariah terjun bebas pada perdagangan Rabu 26 Februari 2020. Sentimen negatif dari wabah virus corona yang menyebabkan Wall Street dan bursa regional berguguran membuat investor menjauh dari lantai bursa.

Sentimen negatif juga datang dari langkap sepihak pemerintah Amerika Serikat yang mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang. Keputusan itu dikhawatirkan akan membuat Indonesia tak bisa mendapat berbagai fasilitas perdagangan yang selama ini dinikmati.

Investor nyaris tak mendengar sentimen positif dari dalam negeri. Sebaliknya, pelaku pasar mendapat pernyataan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang memperkirakan defisit anggaran 2020 akan melebar dari yang ditetapkan dalam APBN yaitu sebesar 1,76 persen.

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung berguguran di awal perdagangan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan tengah pekan ini dengan terjun bebas 3,217 poin (1,93%) ke level 163,327. ISSI terus tiarap di zona merah setelah dibuka di melemah di level 165,441 saat sesi pra-pembukaan.

Koreksi tajam menghantam dua indeks bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII), rontok sampai 15,985 poin (2,62%) ke level 593,595.

Sementara indeks JII70 terjun 5,238 poin (2,56%) ke level 199,386.

Tekanan jual yang sangat kuat dari pelaku pasar membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG rontok 98,217 poin (1,69%) ke level 5.688,921.

1 dari 5 halaman

Indeks Sektoral Terbakar

Semua indeks sektoral mengalami pelemahan. Koreksi terbesar terjadi pada sektor industri aneka yang ambruk 4,32 persen, manufaktur 2,58 persen, dan industri dasar 2,34 persen.

Emiten syariah pencetak toip gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya meningkat Rp900, EPMT Rp270, PLIN Rp250, GHON Rp195, dan ITMG Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah TPIA yang harga sahamnya melorot Rp500, CPIN Rp425, INTP Rp375, dan AALI Rp325.

Dari pasar uang, rupiah terkoreksi. Pada 16,27, nilai tukar dolar AS menguat 73 poin (0,52%) ke level Rp13.933.(Sah(

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah Kebakaran, Kurs Rupiah Keok Lagi

Dream - Sentimen negatif yang cukup kuat dari pasar modal regional membuat pasar modal Indonesia kebakaran. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, investor semakin dibuat khawatir dengan wabah virus yang merebak cepat di Korea Selatan dan Italia.

Dua angin negatif tersebut sudah cukup membuat pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menahan diri terjun ke lantai bursa. Seluruh indeks sektoral juga menutup perdagangan di zona merah.   

Dari bursa saham syariah Indonesia, tiga indeks acuan berguguran di perdagangan pekan terakhir Februari ini. Ketiga indeks acuan ini melemah mengikuti laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tutup Senin, 24 Februari 2020.

 

 © Dream

 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) awal pekan ini ditutup melemah 2,139 poin (1,26%) ke level 167,475. ISSI tiarap sejak awal perdagangan saat dibuka loyo di level 168,387. Aksi jual investor sempat menjungkalkan ISSI ke level terendahnya di 166,221.

Koreksi cukup tajam juga terjadi pada dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII) terpangkas sampai 9,445 poin (1,51%) ke level 614,722. Sementara indeks JII70 melorot 3,302 poin (1,58%) ke level 205,827.

Berhembusnya awan kelam dari pasar modal Asia membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak berdaya. IHSG melorot 75,205 poin (1,28%) ke level 5.807,050.

3 dari 5 halaman

Dolar AS `Tendang` Rupiah

Aksi jual saham marak di semua indeks sektoral, terutama di pertanian, industri aneka, dan properti. Indeks sektor pertanian anjlok 1,84 persen, industri aneka 1,55 persen, dan properti 1,49 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah STTP yang harga sahamnya menanjak Rp1.100, SHID Rp920, CMNP Rp200, TURI Rp120, dan MCAS Rp80.

Harga INTP terkoreksi Rp675, BRAM Rp600, UNTR Rp325, UNVR Rp275, dan AALI Rp250.

Kurs rupiah di hari kabar pencoretan Indonesia dari status negara berkembang oleh Amerika Serikat membuat mata uang negeri paman sam itu kembali bertengger di level Rp14 ribu.

Pada perdagangan pukul 16.23 WIB, mata uang dolar AS naik tajam 281 poin (0,23%) ke level Rp14.041 per dolar AS.

Sedangkan data Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.863 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yaitu 13.777 per dolar AS.(Sah)

4 dari 5 halaman

Virus Corona Bikin Cemas Lagi, Indeks Syariah Kembali `Sakit`

Dream - Lagi-lagi virus corona mengganggu pasar modal Indonesia. Setelah dilaporkan menurun di negeri asalnya China, kali ini investor mengaku cemas dengan penyebaran virus tersebut di luar Tiongkok. Kecemasan tersebut membuat investor memilih cara aman dengan menjauh dari lantai bursa.

Kecemasan investor tersebut terekam dari laju bursa saham Asia, terutama di Korea Selatan, yang bergerak melemah. Investor meminta kepastian tentang penanganan virus corona paling tidak sampai Maret mendatang.

Sentimen pelemahan dari bursa regional yang sebelumnya sudah terjadi pada indeks Amerika Serikat dan Eropa, turut merontokkan indeks saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 21 Februari 2020.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan jelang libur akhir pekan ini dengan koreksi 1,877 poin (1,09%) ke level 169,614. Naik tipis ke level 171,502 di sesi prapembukaan, ISSI langsung terjun ke zona merah beberapa menit kemudian.

 

 © Dream

 

ISSI yang hanya sempat menguat di level tertinggi 171,781, sempat terperosok ke level terendah di 169,240. Adanya sedikit aksi beli jelang penutupan memperbaiki koreksi terdalam itu. 

Koreksi lebih dalam dialami dua indeks keping biru syariah. Jakarta Islamic Index (JII), menutup perdagangan dengan melemah 9,608 poin (1,52%) ke level 624,167.

Sementara indeks syariah paling bungsu, JII70 merosot 3,022 poin (1,42%) ke level 209,129.

Kecemasan baru akan virus corona membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut tak terbdaya. Melorot 60,232 poin (1,01%), IHSG terjatuh ke level 5.882,255.

5 dari 5 halaman

Kurang `Suntikan`

Minimnya sentimen positif membuat investor melepas sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan manufaktur. Indeks industri dasar merosot 2,52 persen dan manufaktur 1,66 persen.

Jelang libur akhir pekan ini investor hanya mendapat angin positif dari laju indeks infrastruktur sektor menguat yang naik 0,39 persen.

Emiten STTP menduduki peringkat puncak pencetak top gainer saham syariah usai meroket Rp1.300. Penguatan harga ini diikuti oleh emiten BSSR sebesar Rp420, TGKA Rp150, ERAA Rp80, dan BELL Rp65.

Sebaliknya saham-saham penggerak bursa saham syariah justru berguguran. Top losser saham syariah dihuni emiten INTP yang melorot Rp725, ITMG Rp350, AALI Rp325, EMTK Rp300, dan CPIN Rp275.

Dari pasar uang, rupiah juga ikut keok. Pada 16.25, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 54 poin (0,39%) ke level Rp13.789 per dolar AS.(Sah)

Beri Komentar