Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi KRL.
Dream – PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) menaikkan tarif KRL sebesar Rp1.000 untuk semua relasi. Kenaikan ini berlaku per 1 Oktober 2016.
Kenaikan tarif ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Umum Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO).
"Latar belakang penyesuaian tarif ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat, yang semakin meningkat," kata Direktur Utama KCJ, M Nurul Fadhila, di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 18 Agustus 2016.
Fadhila juga mengatakan, pertimbangan lainnya yakni program pengembangan KRL yang semakin membaik ke depan lewat PSO. Juga ketersediaan dana subsidi untuk transportasi kereta api yang menyesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.
“Pemerintah juga telah mengalokasikan dana PSO secara proporsional untuk angkutan kereta api di luar KRL, seperti kereta api antar kota dan kereta perkotaan/komuter,” kata dia.
Menurut data KCJ, periode 1 Januari 2016-30 September 2016, tarif KRL penumpang sebesar Rp2 ribu untuk jarak 1-25 km pertama dan Rp1.000 untuk 10 km berikutnya.
Per 1 Oktober 2016, tarifnya naiknya menjadi Rp3 ribu untuk jarak 1-25 km pertama. Sementara itu, tarif KRL yang dibayarkan penumpang untuk 10 km berikutnya tetap Rp1.000.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, meminta KCJ untuk meningkatkan pelayanan KRL kepada masyarakat.
"Sebagai regulator, (kami) dapat memahami untuk dilakukan kenaikan tarif namun KCJ harus tetap meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan bagi masyarakat," kata Prasetyo. (ism)
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa