SMF Siap Rilis Efek Beragun Aset Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 November 2019 11:49
SMF Siap Rilis Efek Beragun Aset Syariah
Instrumen keuangan syariah ini siap dirilis setelah fatwanya lahir.

Dream - PT Sarana Multigriya Finance (SMF) mempersiapkan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi syariah (EBA-SP syariah). Perusahaan pelat merah itu menggunakan instrumen keuangan syariah yang memanfaatkan KPR berbasis syariah.

EBA SP merupakan instrumen keuangan yang terdiri atas sekumpulan aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial. Aset yang menjadi dasarnya (underlying asset) adalah bank penyalur KPR. 

" Kami siapkan produknya. Kami juga sedang mengurus fatwanya sudah hampir satu tahun belum selesai, prosesnya memang membutuhkan waktu," kata Direktur SMF, Heliantopo, dikutip dari Merdeka.com, Senin 18 November 2019.

1 dari 2 halaman

Diseleksi dengan Hati-hati

Heliantopo mengatakan, penerbitan itu akan menggunakan KPR syariah dari perbankan yang diseleksi dengan hati-hati. Dia berharap proses fatwa EBA SP syariah bisa selesai.

Dengan begitu, pilihan produk investasi di pasar modal Indonesia bisa bervariasi. Namun, dia enggan menjelaskan potensi nilai penerbitan EBA SP syariahnya.

" Begitu fatwa itu selesai, nantinya siapapun akan bisa menggunakan fatwa itu. kami bantu penerbitan EBA SP syariahnya," kata dia.

EBA SP yang diterbitkan SMF memiliki rating AAA dari Pefindo. Rating ini memperlihatkan kemampuan dan kemauan membayar utang tepat waktu.

" Jadi tak usah khawatir dengan EBA SP. Keamanan investasinya terjamin," kata Heliantopo.

2 dari 2 halaman

Unit Syariah SMF Beroperasi Akhir Bulan Ini

Dream – Jika tak ada aral melintang, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/SMF akan memperkenalkan Unit usaha syariah (UUS) akan diperkenalkan bulan ini. Perusahaan pelat merah ini mengharapkan UUS ini akan menggenjot kinerja perseroan.

“ Mungkin nanti kami luncurkan bulan ini. Semoga lancar. Moga-moga akhir bulan ini,” kata Direktur SMF, Heliantopo, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 13 Juli 20018.

Heliantopo mengatakan proses pendirian unit syariah sudah mendekati proses final. Perusahaan telah menyelesaikan persiapan dari sisi fiskal, internal, hingga operasional. 

" Sekarang sudah proses akhir. Intinya sudah proses akhir,” kata dia.

Ditambahkan Heliantopo, bisnis syariah baru SMF ini bakal berkembang karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa soal pembiayaan syariah. Fatwa ini akan menjadi landasan bagi setiap perusahaan yang akan terjun ke bisnis ini.

“ Sebetulnya SMF sudah melakukan pembiayaan syariah. Fatwa MUI sudah diterbitkan. Tentunya, itu hal positif. Hal yang akan banyak mendukng untuk kegiatan syariah,” kata dia.

(Sah)

[crosslink_1]

Beri Komentar
Gus Miftah Ungkap Perubahan Besar Deddy Corbuzier