S&P: Sukuk Global Kurang Bergairah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 12 Januari 2018 09:42
Penerbitannya diprediksi mencapai Rp1.208 triliun.

Dream – Penerbitan sukuk global diprediksi akan tidak akan terlalu kuat pada tahun ini. Kondisi ini disebabkan likuiditas global yang semakin ketat, risiko geopolitik yang meningkat, dan lambannya standardisasi produk keuangan syariah.

Hal ini diungkapkan oleh lembaga pemeringkat global, Standar and Poor Global Ratings (S&P).

Dikutip dari Salaam Gateway, Jumat 12 Januari 2018, dalam laporan Global Sukuk Market Outlook 2018, S&P menyebut penerbitan sukuk global tahun ini diprediksi sebesar US$70 miliar-US$80 miliar (Rp1.073,88 triliun-Rp1.208,12 triliun).

“ Kami mencatat lambannya standardisasi produk sukuk, tetapi ada kesadaran yang lebih besar akan kebutuhan standardisasi,” bunyi laporan itu.

S&P juga mencatar, pada 2017, penerbitan sukuk global meningkat 45,3 persen dari US$67,4 miliar (Rp904,75 triliun) menjadi US$97,9 miliar (Rp1.314,17 triliun). Pertumbuhan ini didorong oleh penerbitan sukuk beberapa negara Kawasan Teluk (GCC).

Institusi ini juga memperkirakan likuiditas global akan semakin ketat dengan alasan tingkat suku bunga The Fed meningkat sebesar 75 basis poin. Untuk risiko geopolitik, S&P melihat kondisi ini akan membebani beberapa investor, termasuk sanksi terhadap Qatar oleh sekelompok negara Arab pada Juni 2017.

Mereka juga memprediksi bahasan tentang prinsip pembagian untung rugi secara mendalam di dokumentasi hukum sukuk dan akan menghilangkan pasar kelas ritel. Pada akhirnya, pembagian untung rugi ini akan menghasilkan harga yang lebih tinggi dan mengurangi daya tarik sukuk.

“ Untuk badan usaha atau individu, tren ini cenderung mengurangi daya hukum karena hukumnya kompleks dan biayanya tinggi,” tulis S&P. (ism) 

Beri Komentar
#MovieTalk Liam & Laila - Nirina Zubir & Kampung Halaman