Status Single dan Berpenghasilan, Dahulukan Asuransi Jiwa atau Kesehatan?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 27 September 2021 07:36
Status Single dan Berpenghasilan, Dahulukan Asuransi Jiwa atau Kesehatan?
Dua asuransi ini sama-sama penting, tapi bagusnya pilih yang mana?

Dream – Di dunia kerja, para pegawai umumnya sudah terdaftar sebagai peserta asuransi kesehatan sebagai perlindungan diri dan keluarga saat harus mendapat perawatan di rumah sakit. Selain BPJS Kesehatan, banyak juga perusahaan yang memberikan benefit tambahan dengan asuransi yang disediakan perusahaan swasta. 

Sementara untuk kehidupan pribadi, beberapa pegawai menambahan kelengkapan perlindungan diri dengan mendaftar sebagai pemegang polis asuransi jiwa.

Namun jika kamu bekerja sebagai entrepreneur dan berstatus single, asuransi mana yang harus didahulukan? Dengan budget yang pas-pasan tentu saja pilihan tersebut akan membingungkan meski sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Dikutip dari keterangan tertulis FWD Insurance, Senin 27 September 2021, asuransi kesehatan merupakan asuransi yang bisa memberikanmu perlindungan untuk layanan kesehatan, mulai dari sakit ringan hingga kritis.

Sementara asuransi jiwa memberikan perlindungan dengan uang pertanggungan yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan atau santunan ketika terjadi cacat tetap karena kecelakaan.

Ketika bingung memilih asuransi mana yang ingin dimiliki, berikut adalah empat tips yang bisa menjadi pertimbangan Sahabat Dream.

1 dari 4 halaman

Hitung Anggaran

Pertama, menghitung anggaran yang akan dialokasikan untuk asuransi. Buatlah anggaran bulanan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran bulanan.

Pertimbangkan berapa banyak dana yang digunakan untuk membayar premi asuransi. Selain asuransi, jangan lupa sisihkan pula untuk dana darurat dan investasi.

Premi asuransi berbeda-berbeda, bergantung kepada nilai pertangunggannya. Makanya, pertimbangkan baik-baik dana asuransimu.

2 dari 4 halaman

Persiapkan Dana Darurat

Kedua, mempersiapkan dana darurat. Dana darurat perlu dimiliki untuk digunakan dalam keadaan darurat. Jika belum memiliki dana darurat atau belum cukup, utamakan dulu untuk mengumpulkannya terlebih dahulu.

Idealnya, untuk kamu yang masih single, pastikan untuk siapkan dana tunai minimal tiga kali pengeluaran bulanan.

Lalu, apakah jika sudah memiliki dana darurat, kamu tidak perlu memiliki asuransi? Tidak.

Ketersediaan dana darurat bisa membantu kita menentukan, mana yang lebih kamu butuhkan, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa? Dana darurat juga dapat digunakan untuk biaya pengobatan apabila sakit.

3 dari 4 halaman

Pilih Produk Sesuai dengan Kebutuhan

Ketiga, pilih produk sesuai dengan kebutuhan. Setelah mengetahui asuransi apa yang sebenarnya kamu butuhkan, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, saatnya untuk kamu mencari produk asuransi di pasar.

Manfaatkan internet untuk meriset produk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa yang tepat sesuai kebutuhan. Kamu bisa membaca blog personal finance atau langsung kunjungi website perusahaan penyedia produk asuransi untuk melihat jenis-jenis produk asuransi.

4 dari 4 halaman

Masuk ke Tipe Orang yang Gampang Sakit Atau Tidak?

Keempat, apakah kamu termasuk ke tipe orang yang mudah sakit atau tidak. Kamu perlu tahu riwayat kesehatanmu, terlebih jika pernah sakit parah sehingga harus dirawat inap.

Jika iya, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap tujuan keuanganmu sehingga kepemilikan proteksi menjadi penting dan jangan ditunda-tunda. Dengan memiliki asuransi seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, bahkan khusus penyakit kritis, keuangan pribadimu dapat terjaga dari risiko kerugian yang mungkin terjadi atas kondisi yang membutuhkan biaya besar.

Tentu bagi kamu yang single, dibutuhkan evaluasi berkala atas kebutuhan berasuransi, baik yang berjenis jiwa maupun kesehatan, karena keadaannya pun dapat berubah seiring berjalannya waktu. Yang harus dihindari adalah ketika kesadaran berasuransi baru muncul ketika kamu sudah terkena risikonya.

Beri Komentar