Cara BNI Syariah Hadapi Era Disrupsi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 Maret 2019 19:15
Cara BNI Syariah Hadapi Era Disrupsi
Saat ini, financial techology bermunculan.

Dream BNI Syariah sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi era disrupsi yaitu masa dimana perubahan berlangsung sangat cepat dan mengganggu eksisting bisnis.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto, mengatakan disrupsi tak hanya mengubah cara berbisnis, tetapi juga fundamental bisnis.

Dalam bisnis perbankan, salah satu disrupsi yang telah terjad adalah mulai bermunculannya perusahaan keuangan digital (fintech) yang mulai menggerus fungsi bank.

“ Untuk menghadapi ini, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (Persero) itu mengoptimalkan pengembangan digital,” kata Wahyu dalam diskusi “ Benarkah Disrupsi Mematikan Bisnis” di Jakarta dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah yang diterima Dream, Senin 25 Maret 2019,

Menurut Wahyu perusahaa terus bertransformasi untuk memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. “ Dengan dukungan teknologi dan jaringan BNI Incorporated, BNI Syariah siap memberikan layana yang terbaik,” kata dia.

Wahyu mengatakan BNI Syariah terus beradaptasi dan berkolaborasi. Bank ini juga bertransformasi, baik sumber daya manusia (SDM) dan infrastrktur, baik perangkat lunak dan perangkat keras.

Pada tahun ini, BNI Syariah menekankan pengembangan digital untuk ekosistem halal. Digitalisasi halal ekosistem dilakukan dengan beberapa langkah strategis.

Selain itu, BNI Syariah tergabung sebagai anggota AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) sekaligus mendukung kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment/transfer bank yang digunakan oleh para startup/fintech untuk mendukung pengembangan ekosistem halal syariah.

Dengan strategi tersebut diharapkan bank bisa mengantisipasi risiko disrupsi yang berpotensi menyebabkan kemunduran bisnis.

“ BNI Syariah juga terus meningkatkan kualitas layanan seperti himbauan shalat tepat waktu di seluruh kantor cabang BNI Syariah dan menghapuskan sistem denda,” kata dia.

1 dari 2 halaman

BNI Syariah Kelola Rp300 Miliar Dana dari 10 RS Islam

Dream – PT BNI Syariah mengincar potensi bisnis halal healthcare. Ini seiring dengan jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia yang semakin meningkat.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 21 Maret 2019, bank syariah ini mencatat ada 10 rumah sakit Islam anggota Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (MUKISI) yang menempatkan dananya di BNI Syariah.

Totalnya mencapai Rp300 miliar. Sepuluh rumah sakit itu di antaranya adalah RS Sultan Agung, RS Permata Cirebon, RS Jakarta Sukapura, RS Haji Jakarta, dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Pemimpin Divisi Dana Retail BNI Syariah, Bambang Sutrisno berharap kerja sama BNI Syariah dengan MUKISI dapat meningkatkan pertumbuhan ekosistem halal di Indonesia. Semoga kedepan akan semakin banyak rumah sakit syariah yang bekerja sama.

" Kerja sama ini terkait dengan bisnis pembiayaan dan pendanaan," kata Bambang.

Sebagai gambaran, sampai saat ini total rumah sakit dan insititusi pendidikan kesehatan yang sudah menjadi anggota MUKISI sebanyak 263. Potensi bisnis dari kerjasama BNI Syariah dengan perhimpunan rumah sakit Islam Indonesia ini adalah, pembiayaan modal kerja/investasi untuk pembangunan, pengembangan rumah sakit serta pembelian alat kesehatan.

“ Selain itu dari kerja sama bisnis ini juga ada potensi pendanaan terutama dana murah dari giro/deposito dan virtual account pegawai rumah sakit,” kata dia.

Bank syariah itu menilai pertumbuhan kelas menengah Muslim telah mendorong berkembangnya industri terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat Muslim, seperti Islamic fashion, halal food, haji dan umroh, serta zakat, infak, dan shodaqoh (ZISWAF). Kesadaran akan pentingnya aspek kehalalan di sektor kesehatan juga meningkat.

Agar bisa meraih potensi bisnis halal healthcare, salah satu upaya yang dilakukan BNI Syariah adalah menjadi sponsor dalam acara “ 2nd International Islamic Healthcare Conference and Expo (IHEX). Acara yang digelar pada 21—23 Maret 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, digelar oleh MUKISI dan dihadiri oleh 1.000 peserta dari seluruh Nusantara.

Ketua Umum MUKISI, Masyhudi AM mengatakan dalam acara ini diselenggarakan seminar dan workshop yang mengangkat isu diferensiasi pelayanan kesehatan islam dan kolaborasi potensi umat.

" Ada sembilan agenda yang akan dibahas," kata Masyhudi.

Sembilan agenda ini, kata dia, adalah seminar, workshop, pameran, pertemuan tahunan asosiasi rumah sakit Islam, rapat kerja MUKISI, seleksi papers, award, tabligh akbar dan ukhuwah. (ism)

2 dari 2 halaman

Ada Program Umroh Cepat dari BNI Syariah

Dalam acara ini juga dilaksanakan launching Program Cepat Umroh BNI Syariah. Program ini merupakan program pembiayaan umroh yang ditujukan bagi dokter dan staff rumah sakit syariah. Pembiayaan ini dapat diangsur dengan jangka waktu tertentu.

Melalui progam ini, BNI Syariah berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berangkat umroh lebih cepat, aman, nyaman, dan tentram.

Ketua Panitia 2nd IHEX 2019, Burhanuddin HD menjelaskan dalam acara ini akan dibahas mengenai kebangkitan rumah sakit syariah di Indonesia. " Selain itu, dalam acara ini juga dibahas terkait dengan sertifikasi rumah sakit syariah dan update perkembangan teknologi pelayanan kesehatan yang berjalin produk halal yaitu Islamic healthcare dan halal product," kata Burhanuddin. 

Beri Komentar
Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri